Jawa Pos Radar Madiun – Problem SDN yang kesulitan dapat siswa baru coba diurai.
Menyusul SDN Nailan, SDN Setono, SDN 3 Pomahan, dan SDN 4 Tempuran, zero siswa baru pada SPMB 2026/2027.
Pemkab menyiapkan opsi regrouping alias penggabungan sekolah.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengatakan, kebijakan tersebut masih sebatas kajian.
Langkah yang kini dilakukan dengan memetakan penyebab sekolah tidak mendapat siswa baru.
‘’Harus kami kaji bersama. Yang terlihat sekarang, masyarakat lebih banyak memilih sekolah swasta karena dianggap memiliki program yang lebih menarik,’’ kata Bunda Rita, sapaan plt bupati, Selasa (21/7).
Menurut Bunda Rita, sekolah negeri menghadapi keterbatasan.
Salah satunya, pengembangan kegiatan sebagian besar bergantung pada dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang terbatas.
Karena itu, Pemkab akan mencari formulasi agar sekolah negeri memiliki program yang lebih kompetitif.
‘’Kami ingin sekolah negeri juga punya kegiatan yang mampu menarik minat masyarakat,’’ ujarnya.
Dia berharap masyarakat tidak hanya berorientasi pada sekolah favorit.
Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh nama besar sekolah.
Pun, kenyamanan siswa dan dekatnya akses pendidikan dapat menjadi salah satu rujukan.
‘’Semua sekolah punya potensi. Jangan sampai siswa hanya menumpuk di sekolah tertentu,’’ tegasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto