Jawa Pos Radar Madiun – Nasib apes dialami Dwi Purwantio.
Truk bekas yang baru dibelinya dari Cilacap mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Ponorogo–Solo, tepatnya di barat Jembatan Sekayu, Desa Karanglo Lor, Kecamatan Sukorejo, Jumat (24/7) dini hari.
Kendaraan itu keluar jalur, menabrak gerobak nasi goreng, lalu masuk ke parit sebelum sempat tiba di rumah pemiliknya di Kabupaten Malang.
Dwi mengatakan, truk bernomor polisi H 1636 MM tersebut dikemudikan Yahya dalam perjalanan menuju Desa Bantur, Kabupaten Malang.
Saat melintas di lokasi kejadian, sopir diduga berusaha menghindari seseorang yang menyeberang jalan dan berhenti di tengah badan jalan.
Akibat manuver tersebut, truk kehilangan kendali, keluar dari jalur, menghantam gerobak nasi goreng di tepi jalan, kemudian terperosok ke dalam parit. Bagian depan kendaraan mengalami kerusakan cukup parah.
"Saya tidur. Kata sopir ada orang menyeberang lalu berhenti di tengah jalan. Mau dihindari, akhirnya truk keluar jalur. Setelah dicari, orangnya sudah tidak ada," kata Dwi.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem di Ngawi Picu Lonjakan Penyakit Musiman, Kasus Naik hingga 19 Persen
Menurut Dwi, truk tersebut baru saja dibeli dari seorang penjual di Cilacap dan rencananya akan digunakan sebagai armada pengangkut tebu.
Namun, perjalanan perdana itu berakhir di bengkel akibat kecelakaan.
"Mau gimana lagi, diderek dulu bawa ke bengkel baru lanjut ke Malang nanti," ungkapnya.
Pemilik gerobak nasi goreng, Syamsudin, mengaku sempat dikejutkan suara benturan keras saat sedang beristirahat di rumah.
Ketika keluar, ia mendapati truk sudah berada di dalam parit dan gerobak miliknya hancur akibat tertabrak.
"Suara benturannya keras sekali. Pas kami keluar, truk sudah di parit, gerobak nasi goreng saya hancur," ujarnya.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Namun, kecelakaan mengakibatkan kerusakan pada truk maupun gerobak nasi goreng yang berada di tepi Jalan Ponorogo–Solo. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto