Jawa Pos Radar Madiun – Rencana penataan pedestrian di Jalan Ahmad Dahlan (Ahlan), Ponorogo, dipastikan belum dapat direalisasikan tahun ini.
Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo menargetkan proyek tersebut mulai dikerjakan pada 2027 dengan usulan anggaran sebesar Rp 3 miliar.
Kepala Bidang Kawasan Permukiman DPUPKP Ponorogo Dwi Puspitorini mengatakan, program revitalisasi telah diusulkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.
Saat ini, proses penyusunan anggaran masih berlangsung.
"Sepanjang Jalan Ahmad Dahlan, tapi hanya pedestrian yang sisi selatan, yang utara belum bisa kami perbaiki," ujarnya, Jumat (24/7).
Menurut Dwi, penataan akan mencakup koridor sepanjang sekitar 600 meter di sisi selatan Jalan Ahmad Dahlan.
Kawasan tersebut nantinya akan terintegrasi dengan pedestrian Jalan HOS Cokroaminoto sehingga membentuk jalur pejalan kaki yang lebih nyaman dan tertata.
Konsep desain yang digunakan mengacu pada penataan pedestrian di Jalan Gajah Mada.
Sementara itu, jenis material yang akan digunakan masih dalam tahap kajian, apakah menggunakan granit atau beton bermotif (stamped concrete).
"Konsepnya sama seperti Jalan Gajah Mada. Untuk material masih kami kaji, apakah menggunakan granit atau beton motif (stamped concrete)," jelasnya.
DPUPKP menyebut penataan pedestrian menjadi bagian dari upaya mempercantik kawasan perkotaan sekaligus meningkatkan kenyamanan pejalan kaki.
Selain itu, proyek tersebut diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan memperkuat identitas Ponorogo sebagai ruang publik yang lebih representatif.
Dwi menambahkan, keterbatasan anggaran membuat revitalisasi belum dapat dilakukan pada kedua sisi jalan secara bersamaan.
"Kalau dua sisi sekaligus tentu anggarannya tidak mencukupi. Kami harus membagi prioritas dengan program lain yang juga mendesak," tegasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto