Jawa Pos Radar Madiun – Hari pertama operasional Mobil Rontgen Keliling Siaga Rontgen untuk Menemukan Tuberkulosis (Si Ratu) langsung mendapat sambutan antusias masyarakat.
Sebanyak 40 warga memanfaatkan layanan pemeriksaan rontgen paru gratis yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun di Desa Dempelan, Kecamatan Madiun.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun dr. Heri Setyana mengatakan, tingginya minat masyarakat menunjukkan layanan deteksi dini tuberkulosis (TBC) sangat dibutuhkan.
Saat Bupati Madiun meninjau lokasi, puluhan warga telah mengantre untuk menjalani pemeriksaan.
"Ini hari pertama beroperasi dan langsung dimanfaatkan warga. Waktu Bapak Bupati ke lokasi tadi, sudah ada sekitar 40-an warga yang diperiksa," ujarnya.
Program Si Ratu dikembangkan sebagai inovasi untuk mempercepat penemuan kasus TBC melalui pendekatan active case finding.
Mobil rontgen keliling tersebut disebut menjadi salah satu armada milik pemerintah daerah di Jawa Timur yang dilengkapi fasilitas pemeriksaan paru secara mobile.
Dari sisi teknologi, kendaraan tersebut menggunakan X-Ray portabel yang telah mengantongi izin dan lulus uji keselamatan dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN).
Selain itu, sistem pemeriksaan juga terintegrasi dengan aplikasi Super Apps Tibi Smart berbasis Artificial Intelligence (AI) hasil kolaborasi dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Kampus Caruban.
"Hasil skrining rontgen lewat aplikasi UNS bisa diketahui secara cepat. Meski begitu, untuk validasi akurasi, hasilnya tetap kami rekap dan dikonsultasikan kembali kepada dokter spesialis radiologi," jelas Heri.
Mobil Si Ratu dijadwalkan berkeliling ke 15 kecamatan di Kabupaten Madiun dengan sasaran utama warga yang masuk kategori suspek TBC berdasarkan pendataan puskesmas.
Dalam setiap kegiatan, Dinkes melibatkan dua hingga tiga tenaga radiologi dari RSUD Caruban maupun RSUD Dolopo.
Armada tersebut juga dilengkapi kanopi dan tenda pelayanan sehingga dapat dipadukan dengan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG).
Menurut Heri, strategi jemput bola diperlukan untuk mengejar target penemuan 1.892 kasus TBC yang ditetapkan Kementerian Kesehatan bagi Kabupaten Madiun pada 2026.
Hingga pertengahan Juli, capaian penemuan kasus baru sekitar 35 persen dari target.
"Makanya kami harus aktif case finding atau berburu penemuan kasus di lapangan. Jika dari skrining Si Ratu ada warga yang terdeteksi positif, mereka akan langsung kita arahkan untuk menjalani pengobatan secara penuh dan gratis di puskesmas setempat," tegasnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto