Jawa Pos Radar Madiun – Aktivitas di Sekolah Rakyat (SR) Ponorogo masih belum berlangsung normal meski tahun ajaran baru telah dimulai.
Seluruh siswa dari jenjang SD hingga SMA masih belajar dari rumah melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) hingga 31 Juli 2026 sambil menunggu peresmian Sekolah Rakyat Permanen pada 1 Agustus mendatang.
Kepala Sekolah Rakyat Ponorogo Devit Tri Candrawati mengatakan, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kementerian Sosial (Kemensos) yang menyeragamkan jadwal masuk sekolah di seluruh Sekolah Rakyat se-Indonesia.
"Anak-anak bukan libur tambahan. Mulai 13-31 Juli mereka tetap mengikuti pembelajaran dari rumah melalui PJJ," ujarnya, Minggu (26/7).
Selama menjalani pembelajaran daring, jadwal belajar siswa tetap berlangsung seperti saat berada di asrama.
Kegiatan belajar mengajar dilakukan melalui Zoom Meeting, panggilan video, maupun grup percakapan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing siswa.
Siswa jenjang SD mengikuti pembelajaran hingga pukul 14.30, siswa SMP sampai 15.00, sedangkan siswa SMA belajar hingga 15.30.
"Tetap diajar oleh guru dan mendapatkan tugas juga," jelas Devit.
Namun, pelaksanaan PJJ menghadapi sejumlah kendala.
Sebagian besar siswa berasal dari keluarga kurang mampu sehingga tidak seluruhnya memiliki telepon genggam maupun akses internet yang memadai untuk mengikuti pembelajaran secara daring.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihak sekolah melibatkan wali asuh, wali asrama, serta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) agar memastikan seluruh siswa tetap mengikuti proses belajar.
Mereka juga membantu menyediakan perangkat komunikasi bagi siswa yang membutuhkan.
"Kami minta wali asuh, wali asrama, dan pendamping PKH memastikan anak-anak tetap belajar. Kalau tidak punya gawai, bisa difasilitasi bersama agar tetap mengikuti PJJ," pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto