48 Atlet Ramaikan OTBM 2026 Ponorogo, Bidik Tiket Kejurnas hingga PON 2028

Sugeng Dwi N. • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 19:45 WIB
UJI AKURASI: Atlet berkuda memanah membidik sasaran saat berlaga dalam Open Tournament Berkuda Memanah (OTBM) 2026 di Sirkuit Jorang Gandul, Babadan, Ponorogo. SUGENG DWI N/RADAR PONOROGO
UJI AKURASI: Atlet berkuda memanah membidik sasaran saat berlaga dalam Open Tournament Berkuda Memanah (OTBM) 2026 di Sirkuit Jorang Gandul, Babadan, Ponorogo. SUGENG DWI N/RADAR PONOROGO

Jawa Pos Radar Madiun – Persaingan ketat mewarnai Open Tournament Berkuda Memanah (OTBM) 2026 yang digelar di Sirkuit Jorang Gandul, Kadipaten, Kecamatan Babadan, Sabtu-Minggu (25-26/7).

Sebanyak 48 atlet dari sembilan kabupaten/kota di Jawa Timur bertarung memperebutkan gelar juara sekaligus menjadi bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028.

Kejuaraan yang diselenggarakan Federasi Nasional Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Ponorogo tersebut mempertandingkan sejumlah nomor, yakni Indonesian Track, Serial Shoot, Circle 140D, Dynamic Shooting, dan Fast Shooting.

Atlet tuan rumah mendapat persaingan ketat dari peserta asal Blitar, Sidoarjo, Malang, Surabaya, serta sejumlah daerah lain di Jawa Timur.

Tingginya kualitas peserta membuat Pengurus Pusat Pordasi turun langsung memantau potensi atlet sebagai bahan seleksi menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Jakarta pada September mendatang.

"Antusias peserta menggembirakan, ini menjadi persiapan menghadapi Kejurnas," ujar Ketua Umum Federasi Nasional Pordasi Berkuda Memanah Triwatty Marciano.

Menurutnya, atlet berkuda memanah asal Jawa Timur memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat nasional.

Karena itu, hasil OTBM 2026 akan menjadi salah satu bahan evaluasi dalam pembinaan atlet menuju PON XXII 2028 di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

"Semua kegiatan menuju satu titik, yaitu PON 2028," tegasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Lisdyarita mengapresiasi penyelenggaraan turnamen tersebut.

Menurutnya, kehadiran pengurus pusat Pordasi menjadi momentum memperkuat pembinaan atlet berkuda di Ponorogo sekaligus menarik minat generasi muda menekuni cabang olahraga tersebut.

"Harapannya semakin banyak bibit atlet dan anak muda yang tertarik berkuda sehingga bisa mengharumkan nama Ponorogo," kata Bunda Rita, sapaan akrab Lisdyarita.

Pemkab Ponorogo juga akan mengkaji pemanfaatan Sirkuit Jorang Gandul atau Lapangan Sewelut sebagai pusat latihan sekaligus arena penyelenggaraan kejuaraan berkuda.

Kawasan tersebut juga berpeluang dikembangkan untuk mewadahi olahraga ekstrem lainnya.

"Kalau memungkinkan, tempat ini bisa menjadi lokasi latihan dan perlombaan sehingga pilihan olahraga bagi anak muda semakin beragam," pungkasnya. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
OTBM 2026 berkuda memanah pordasi ponorogo