Jawa Pos Radar Madiun – Bursa bakal calon wakil bupati (bacawabup) Ponorogo semakin menghangat.
Setelah Partai Golkar, kini Partai Demokrat mulai menyiapkan kader terbaiknya untuk diusulkan kepada partai-partai koalisi pengusung.
Ketua DPC Partai Demokrat Ponorogo Miseri Effendi mengatakan, komunikasi internal telah dilakukan mulai tingkat DPC hingga pengurus ranting.
Dari hasil penjaringan tersebut, muncul dua nama yang dinilai layak diusulkan sebagai bakal calon wakil bupati, yakni Kepala Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Eko Mulyadi dan Sekretaris DPC Partai Demokrat Ponorogo Suprayitno.
"Banyak masukan dari pengurus agar Demokrat juga mengajukan putra terbaiknya. Sejauh ini ada dua nama yang muncul dalam pembahasan internal, yaitu Pak Eko Mul dan Pak Suprayitno," kata Miseri, Senin (27/7).
Meski demikian, Miseri menegaskan kedua nama tersebut belum menjadi keputusan final partai.
Demokrat masih menunggu perkembangan proses hukum yang menjadi dasar pengisian jabatan wakil bupati sekaligus hasil komunikasi dengan partai-partai koalisi.
"Kita lihat saja perkembangan nanti seperti apa," tambahnya.
Menurut Miseri, Demokrat merupakan bagian dari koalisi pengusung pasangan Sugiri Sancoko–Lisdyarita pada Pilkada 2024 sehingga memiliki hak mengusulkan calon wakil bupati.
Namun, pengajuan nama baru akan dilakukan setelah seluruh mekanisme hukum terpenuhi dan Lisdyarita dilantik sebagai bupati definitif.
"Kalau nanti mekanisme itu berjalan, kami akan berkomunikasi dengan seluruh partai pengusung. Karena undang-undang mengatur calon yang diajukan ke DPRD hanya dua nama, tidak boleh lebih dan tidak boleh kurang," ujarnya.
Mengacu pada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah, pengisian jabatan wakil kepala daerah dapat dilakukan apabila sisa masa jabatan lebih dari 18 bulan.
Mekanismenya diawali dengan pengajuan dua nama dari gabungan partai politik pengusung kepada bupati definitif, kemudian diteruskan ke DPRD untuk dipilih melalui rapat paripurna. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto