Jawa Pos Radar Madiun – Memasuki paruh kedua 2026, progres proyek perbaikan jalan di Ponorogo jalan di tempat.
Kondisi itu menuai sorotan DPRD setempat.
Serapan anggaran dinilai terlalu lambat, sementara warga menantikan perbaikan jalan rusak berserak di berbagai wilayah.
Sekretaris Komisi C DPRD Ponorogo Agung Priyanto meminta warga bersabar.
Menurutnya, lambatnya realisasi pekerjaan bukan karena pemerintah daerah tinggal diam, melainkan memilih berhati-hati agar proyek tidak kembali bermasalah di kemudian hari.
Hal itu diketahui setelah DPRD memanggil Pemkab menilik akar masalah lambatnya proyek.
Baca Juga: BPR Syariah Ngawi Salurkan BLT Rp 5 Miliar dari DBH CHT 2026, Sasar 5 Ribu Buruh dan Petani
‘’Posisinya masih dalam tahap pemulihan. Karena itu semua proses harus dilakukan hati-hati supaya kualitas pekerjaan baik dan tidak menimbulkan persoalan hukum di belakang hari,’’ ujarnya.
Legislatif mendorong proses pengadaan segera tuntas sehingga pekerjaan konstruksi dapat dipercepat.
Pasalnya, warga telah menunggu perbaikan jalan sejak awal tahun, sementara akhir tahun diperkirakan memasuki penghujan.
‘’Paling urgen harus didulukan, yang lain memang harus bersabar karena semua ada skala prioritas,’’ tegasnya.
Sebelumnya, Pemkab Ponorogo mengalokasikan sekitar Rp 104 miliar untuk menangani 82 ruas jalan pada 2026.
Anggaran itu bersumber dari DAU, DAK Fisik, Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Jawa Timur, dan Dana Bagi Hasil Pajak Rokok. Saat ini baru empat titik yang masuk lelang. (gen/kid/par)
Editor : Mizan Ahsani