Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Ponorogo memilih mengemas peringatan Hari Jadi ke-530 secara sederhana.
Meski tanpa kemeriahan berlebihan, rangkaian kegiatan budaya, keagamaan, hingga hiburan tetap disiapkan agar semangat perayaan dapat dirasakan masyarakat.
Mengusung tema Sekar Kinanthi Wening Daya, peringatan Hari Jadi Ponorogo diawali dengan Festival Karawitan tingkat SMP-SMA dan Ponorogo Creative Festival pada 4 Agustus.
Selanjutnya digelar Festival Kuliner, istigasah, Festival Hadrah, khataman Al-Qur'an, pagelaran wayang kulit, hingga ditutup Konser Sekar Kinanthi pada 22 Agustus.
"Kami kemas sedemikian mungkin agar HUT ini tetap dirasakan masyarakat," kata Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita.
Perempuan yang akrab disapa Bunda Rita itu menambahkan, pemkab juga menyiapkan makan tumpeng bersama masyarakat di Alun-alun Ponorogo, pertunjukan musik, serta parade busana pelajar yang tahun lalu tertunda akibat hujan.
"Intinya yang kami bangun adalah semangat gotong royong," tambahnya.
Menurut Bunda Rita, peringatan hari jadi bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat kebersamaan dalam membangun daerah.
Dia berharap seluruh elemen masyarakat terus menjaga persatuan dan ikut mendoakan Ponorogo tetap aman serta terhindar dari berbagai musibah.
"Kami juga masih prihatin dengan apa yang menimpa Pak Sugiri. Semoga beliau diberi kekuatan. Yang terpenting, masyarakat tetap rukun dan bersama-sama menjaga Ponorogo," ujarnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto