Tak Ada Angin atau Hujan, Rumah Lansia di Ponorogo Tiba-Tiba Roboh

Sugeng Dwi N. • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 03:20 WIB
RATA TANAH: Warga bergotong royong membersihkan puing rumah milik Kademi di Desa Nglewan, Kecamatan Sambit, yang roboh mendadak tanpa didahului hujan maupun angin. FOTO: SUGENG DWI N./JAWA POS RADAR PONOROGO
RATA TANAH: Warga bergotong royong membersihkan puing rumah milik Kademi di Desa Nglewan, Kecamatan Sambit, yang roboh mendadak tanpa didahului hujan maupun angin. FOTO: SUGENG DWI N./JAWA POS RADAR PONOROGO

Jawa Pos Radar Madiun – Kademi, 65, nyaris kehilangan nyawa setelah rumah yang ditempatinya di Desa Nglewan, Kecamatan Sambit, roboh mendadak pada Minggu (2/8) sekitar pukul 19.00.

Beruntung, janda yang tinggal seorang diri itu sempat keluar beberapa saat sebelum bangunan rata dengan tanah.

Rumah berukuran sekitar 5 x 8 meter tersebut ambruk tanpa didahului hujan maupun angin kencang. Seluruh bangunan runtuh dalam hitungan detik.

Tetangga korban, Misradi, mengatakan saat kejadian Kademi masih berada di dalam rumah. Sebelum bangunan roboh, korban sempat melihat gorden bergerak dan mendengar suara retakan dari bagian rumah.

"Katanya lihat gordennya goyang-goyang, lalu terdengar suara kretek-kretek. Tahu-tahu rumah langsung roboh," ujarnya, kemarin (3/8).

Kademi berhasil menyelamatkan diri tanpa mengalami luka.

Namun, seluruh barang miliknya tertimbun puing bangunan dan tidak sempat diselamatkan.

Untuk sementara, korban mengungsi di rumah adiknya.

"Tidak ada hujan maupun angin, tiba-tiba roboh rumahnya. Yang punya rumah berhasil keluar, hanya badannya penuh debu," katanya.

Menurut Misradi, kondisi rumah korban sebelumnya masih terlihat cukup baik meski terakhir direnovasi sekitar 15 tahun lalu.

Dia menduga kerusakan bangunan berkaitan dengan aktivitas tambang yang berjarak sekitar 20 hingga 30 meter dari lokasi rumah.

"Sejak sekitar sebulan terakhir suara alat berat dan getarannya sering terasa sampai permukiman. Kondisi rumahnya masih bagus, walaupun sudah tua tapi dari bata," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Nglewan Suwandi mengaku belum dapat memastikan penyebab ambruknya rumah tersebut.

Menurut dia, secara kasat mata bangunan masih tergolong layak dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan roboh.

Pemerintah desa telah berkoordinasi dengan BPBD Ponorogo untuk penanganan lebih lanjut.

Warga juga bergotong royong membersihkan material bangunan yang berserakan.

"Kan nggak ada angin, nggak ada hujan, ternyata tiba-tiba kok roboh," pungkasnya. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
Desa Nglewan BPBD Ponorogo rumah roboh