Jawa Pos Radar Madiun – Krisis air bersih mulai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Ponorogo.
Sebanyak 153 warga Dusun Bungur, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, kini bergantung pada bantuan air bersih yang didistribusikan BPBD dan Palang Merah Indonesia (PMI) Ponorogo.
Setelah BPBD lebih dulu melakukan dropping air bersih, Selasa (4/8), PMI Ponorogo mulai mengirim armada tangki ke wilayah tersebut.
Dusun Bungur menjadi lokasi pertama yang menerima bantuan air bersih dari PMI pada musim kemarau tahun ini.
Ketua PMI Ponorogo Luhur Karsanto mengatakan distribusi air bersih merupakan program rutin yang dijalankan setiap musim kemarau.
Tahun ini, bantuan mulai disalurkan lebih awal menyusul prediksi BMKG yang memperkirakan musim kemarau berlangsung lebih panjang sehingga berpotensi memperluas wilayah terdampak kekeringan.
"Ini langkah awal kami membantu masyarakat yang mulai terdampak kekeringan. Mudah-mudahan bisa meringankan kebutuhan air bersih warga," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Agung Prasetya menyebut seluruh 153 warga di Dusun Bungur saat ini mengandalkan pasokan air bersih dari pemerintah.
BPBD telah menyalurkan bantuan sejak pekan lalu dengan jadwal distribusi satu kali setiap pekan.
Jika kondisi kekeringan semakin parah, frekuensi pengiriman akan ditingkatkan menjadi dua kali dalam sepekan.
"Dropping kami pusatkan di tandong air dan tampungan yang telah BPBD dan warga siapkan sebelumnya," jelas Agung.
Selain Dusun Bungur, BPBD juga meningkatkan kewaspadaan di sejumlah desa yang setiap tahun rawan mengalami kekeringan, seperti Desa Sidoharjo di Kecamatan Pulung serta Desa Duri dan Desa Wates di Kecamatan Slahung.
Hingga awal Agustus, BPBD mengaku belum menerima permohonan bantuan air bersih dari wilayah lain.
Keberadaan sumur air dalam di beberapa desa dinilai masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Meski demikian, pemantauan terus dilakukan untuk mengantisipasi berkurangnya debit sumber mata air selama musim kemarau.
"Beberapa memang sudah ada sumur air dalam, sehingga memudahkan masyarakat mendapat air bersih. Namun, kewaspadaan tetap kami lakukan untuk mengantisipasi berkurangnya sumber mata air," pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto