Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Ponorogo mulai merealisasikan proyek fisik tahun ini.
Hingga awal Agustus, sebanyak 26 paket perbaikan jalan telah masuk proses pengadaan, dengan sekitar separuh di antaranya sudah berkontrak.
Kabag Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Setda Ponorogo Budi Darmawan mengatakan, dari 39 paket yang telah diunggah, sebanyak 26 merupakan proyek peningkatan jalan.
Sisanya meliputi perbaikan puskesmas, gedung, pengurukan lahan, dan saluran drainase.
"Sudah lebih dulu tender, sebagian sudah berkontrak sejak Juli dan kini masuk tahap pelaksanaan. Sementara beberapa paket yang masih berproses ditargetkan selesai kontrak pada akhir Agustus atau awal September," katanya, Rabu (5/8).
Budi menjelaskan, anggaran infrastruktur terbesar tahun ini berada di Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP).
Di Bidang Bina Marga, puluhan paket perbaikan jalan dengan nilai lebih dari Rp 100 miliar ditargetkan selesai dilelang tahun ini.
"Mayoritas memang pekerjaan perbaikan jalan," ujarnya.
Menurut Budi, mekanisme pengadaan tahun ini berbeda dibanding tahun sebelumnya.
Mengacu regulasi dan rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sejumlah paket pekerjaan dikonsolidasikan atau digabung dalam satu proses lelang, terutama untuk proyek yang lokasinya berdekatan.
Langkah tersebut diharapkan mempercepat proses pengadaan sekaligus meningkatkan efisiensi anggaran.
Bahkan, jumlah paket lelang diperkirakan dapat berkurang hingga setengah dari total paket yang semula direncanakan.
"Jumlahnya diperkirakan bisa menyusut sampai setengah dari total yang seharusnya dilelang, jadi lebih cepat tidak sampai akhir tahun," pungkasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto