Jawa Pos Radar Madiun - Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mengubah cara belajar, bekerja, hingga berkomunikasi.
Di tengah perkembangan teknologi tersebut, kemampuan berbicara di depan publik, berpikir kritis, dan memahami etika bermedia digital menjadi bekal penting bagi generasi muda.
Berangkat dari kebutuhan itu, AXIS bersama XLSmart berkolaborasi dengan Jawa Pos Radar Madiun menggelar AXIS School Fest di SMKN 1 Jenangan.
Kegiatan tersebut membekali ratusan siswa dengan pelatihan public speaking dan jurnalistik sebagai soft skill yang dibutuhkan di era digital.
Supervisor Akuisisi XLSmart Ponorogo-Pacitan Dymas Niko Amriansyah mengatakan, penguasaan keterampilan nonteknis kini memiliki peran yang sama pentingnya dengan kemampuan teknis.
Karena itu, AXIS School Fest dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif kepada para pelajar.
''Melalui AXIS School Fest, kami ingin memberikan pengalaman belajar yang berbeda,'' ujarnya.
Soft Skill Jadi Bekal Menghadapi Dunia Kerja
Selain menghadirkan pelatihan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkenalkan identitas baru XLSmart.
Perusahaan hasil penggabungan XL Axiata dan Smartfren itu kini menaungi tiga merek utama, yakni XL, AXIS, dan Smartfren.
Melalui program tersebut, XLSmart ingin menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan talenta muda Indonesia.
Penguatan kemampuan komunikasi dinilai menjadi salah satu bekal penting bagi pelajar sebelum memasuki dunia kerja maupun pendidikan tinggi.
Public Speaking dan Jurnalistik Lengkapi Kompetensi Siswa
Wakil Kepala SMKN 1 Jenangan Bidang Kesiswaan Ami Wijaya menyambut baik pelaksanaan AXIS School Fest. Menurutnya, pelatihan tersebut melengkapi kompetensi kejuruan yang selama ini dipelajari siswa di sekolah.
Ia menjelaskan, kemampuan teknis seperti coding dan bidang keahlian lainnya perlu diimbangi dengan kemampuan menyampaikan ide kepada masyarakat.
Perpaduan hard skill dan soft skill akan menjadi nilai tambah bagi lulusan SMK.
''Anak-anak mungkin terbiasa belajar coding atau kompetensi kejuruan lainnya. Namun kemampuan public speaking dan jurnalistik merupakan soft skill yang dibutuhkan,'' katanya.
Era AI Menuntut Kemampuan Mengolah Gagasan
Ami menilai perkembangan AI membuat informasi semakin mudah diperoleh siapa saja.
Tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini bukan lagi sekadar mencari informasi, melainkan bagaimana mengolahnya menjadi gagasan yang bermanfaat.
Kemampuan menyampaikan ide secara efektif juga menjadi faktor penting di tengah persaingan yang semakin ketat. Menurutnya, seseorang yang memiliki kemampuan tinggi belum tentu dikenal apabila tidak mampu mengomunikasikan ide dan kreativitasnya.
''Orang pintar akan sulit dikenal jika tidak mampu mengomunikasikan ide dan kreativitasnya. Karena itu, public speaking dan jurnalistik menjadi soft skill yang sangat relevan bagi generasi muda saat ini,'' pungkasnya. (naz)
Editor : Mizan Ahsani