Jawa Pos Radar Madiun – Kobaran api melalap sekitar dua hektare lahan tebu di Desa Plunturan, Kecamatan Pulung, Ponorogo.
Kencangnya angin membuat api cepat membesar hingga sempat mengancam tanaman jagung milik warga di sekitar lokasi.
Kebakaran tersebut juga memicu kepulan asap pekat. Abu hitam dari daun tebu yang terbakar beterbangan hingga ke permukiman dan menimbulkan pencemaran udara.
Arif Santoso, warga setempat, mengatakan api pertama kali diketahui sekitar pukul 19.30.
Saat itu, kobaran masih terlihat kecil sebelum kemudian merambat cepat ke hamparan tanaman tebu yang mengering.
‘’Awalnya tidak terlalu besar, tapi lama-lama membesar dan membakar hampir seluruh lahan tebu,’’ ujarnya, Jumat (7/8).
Asap pekat membumbung dari lokasi kebakaran dan terlihat dari permukiman. Kondisi tanaman yang kering ditambah tiupan angin membuat api dengan cepat menjalar.
Lahan yang terbakar merupakan tanah bengkok milik desa yang disewakan kepada petani tebu.
Luas area terdampak diperkirakan mencapai sekitar dua hektare.
Menurut Arif, kebakaran lahan tebu di kawasan tersebut bukan kali pertama terjadi. Peristiwa serupa juga pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
‘’Tahun-tahun sebelumnya juga pernah,’’ katanya.
Kepala Dusun Krajan, Desa Plunturan, Adi Suwarnoto mengatakan angin yang bertiup cukup kencang membuat api cepat merambat ke seluruh area tanaman tebu.
Beruntung, kebakaran tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
Namun, kepulan asap dan abu sisa pembakaran dikhawatirkan mengganggu warga sekitar.
Kobaran api juga sempat mengancam tanaman jagung yang berada tidak jauh dari lahan tebu.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu ulah orang yang tidak bertanggung jawab.
Namun, belum diketahui secara pasti siapa maupun bagaimana api pertama kali muncul.
‘’Personel Polsek Pulung bersama perangkat desa dan warga langsung melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan seadanya,’’ pungkas Adi. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto