Jawa Pos Radar Madiun – Genangan air yang kerap muncul di Jalan HOS Cokroaminoto ketika hujan deras coba diurai.
DPUPKP Ponorogo merehabilitasi puluhan bak penangkap air atau inlet di sepanjang jalur pedestrian tersebut.
Pekerjaan sudah berlangsung sekitar sepekan terakhir. Sebanyak 85 inlet di sisi kanan dan kiri Jalan HOS Cokroaminoto menjadi sasaran perbaikan.
Kabid Kawasan Permukiman DPUPKP Ponorogo Dwi Puspitorini mengatakan, rehabilitasi masuk dalam pekerjaan pemeliharaan rutin.
Konstruksi inlet yang sebelumnya menggunakan rangka besi diganti dengan beton pracetak atau precast.
Beton dipilih karena dinilai memiliki daya tahan lebih baik. Terlebih, sejumlah konstruksi lama sudah mengalami kerusakan sehingga tidak lagi bekerja optimal.
’’Konstruksi yang lama banyak melendut dan rusak sehingga fungsinya tidak maksimal,’’ kata Dwi, Minggu (9/8).
DPUPKP menargetkan penggantian 85 inlet tersebut dapat diselesaikan dalam dua pekan ke depan.
Sedangkan rehabilitasi pada sisi barat Jalan HOS Cokroaminoto telah dilakukan tahun lalu.
’’DPUPKP berharap perbaikan ini mampu meminimalkan genangan saat hujan,’’ ungkapnya.
Keberadaan inlet memiliki peran penting dalam sistem drainase kawasan tersebut.
Fungsinya menangkap limpasan air hujan dari badan jalan untuk kemudian dialirkan menuju saluran.
Persoalannya, sejumlah inlet selama ini tersumbat tanah dan sampah. Kondisi tersebut menghambat aliran air sehingga genangan mudah terbentuk ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Karena itu, pekerjaan tidak hanya mengganti konstruksi inlet. Petugas sekaligus mengeruk material tanah dan membersihkan saluran untuk memperlancar aliran air.
Pembenahan drainase tersebut diharapkan turut menjaga kondisi badan jalan agar tidak cepat rusak akibat genangan.
Selain itu, kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan menjadi pertimbangan.
’’Tanahnya tentu kami keruk juga. Selain membuat jalan lebih awet, pengguna jalan juga lebih nyaman dan aman saat melintas,’’ pungkas Dwi. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto