Jawa Pos Radar Madiun – Hamparan kebun tebu di Desa Brahu, Kecamatan Siman, berubah menjadi lautan api, Sabtu malam (8/8).
Sedikitnya 10 hektare lahan terbakar dan kobaran api sempat mengancam sejumlah bangunan di sekitar lokasi.
Posisi kebakaran yang berdekatan dengan kawasan pendidikan, tempat usaha, hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) membuat petugas meningkatkan kewaspadaan.
Pemadaman diprioritaskan untuk membendung api agar tidak merembet ke bangunan maupun permukiman warga.
Katenan, salah seorang warga, mengatakan kebakaran diketahui sekitar pukul 19.00. Ketika itu, api sudah membesar dan cepat menjalar di antara tanaman tebu.
Tiupan angin kencang turut mempercepat rambatan api. Lokasi kebakaran yang tidak jauh dari jalan raya juga membuat warga sekitar khawatir.
’’Dekat jalan raya juga jadi banyak warga yang takut kena api,’’ kata Katenan.
Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Ponorogo Bambang Supeno mengatakan, personel langsung memprioritaskan pemadaman di bagian kebun yang berdekatan dengan bangunan. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kerugian meluas.
’’Bagian yang dekat dengan bangunan langsung kami padamkan dulu,’’ ungkap Bambang.
Sekitar 30 menit penyemprotan dilakukan untuk mengendalikan kobaran di titik rawan.
Petugas berhasil membendung api sehingga tidak sampai menjalar ke bangunan di sekitar lokasi.
Namun, tidak seluruh titik kebakaran dapat dijangkau. Kobaran yang berada di tengah hamparan kebun tebu sulit dipadamkan karena kondisi medan yang belum dapat dipastikan keamanannya serta keterbatasan jangkauan selang.
Petugas akhirnya memusatkan penanganan pada area yang berpotensi membahayakan bangunan.
Pemantauan dan pendinginan juga dilakukan di sejumlah titik untuk mengantisipasi api kembali merambat.
Sisi utara menjadi bagian yang paling diwaspadai. Sebab, titik tersebut berdekatan dengan bangunan KDKMP dan sekolah.
’’Titik paling bahaya sebenarnya sisi utara. Karena dekat dengan bangunan koperasi (merah putih, Red) dan sekolah. Tapi sudah kami upayakan sehingga tidak merembet,’’ jelas Bambang. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto