Jawa Pos Radar Madiun – Emas dan perhiasan mungkin sudah biasa menjadi hantaran pernikahan.
Namun, Malindo Agus Sutrisno memilih cara berbeda untuk membahagiakan istrinya, Wilujeng Sinu Utami.
Sepasang domba Merino berbulu tebal diboyong sebagai seserahan hingga membuat tamu undangan salah sangka.
Pasangan asal Desa Paringan, Kecamatan Jenangan, itu sejatinya telah mengikat janji suci melalui ijab kabul pada November 2025. Sedangkan pesta pernikahan mereka digelar Jumat (7/8).
Cerita tentang domba Merino bermula jauh sebelum keduanya saling mengenal.
Wilujeng sudah lama terpikat dengan jenis domba berbulu tebal tersebut dan menyimpan keinginan untuk memilikinya.
Keinginan itu semakin sering dia tunjukkan setelah menikah. Setiap menemukan video domba Merino yang dianggap lucu di media sosial, Wilujeng tak segan mengirimkannya kepada sang suami.
’’Itu domba impianku dari sebelum kenal dia. Awalnya pengen beli sendiri, tapi mikir nanti-nanti. Setelah jadi istri, aku sering ngirim-ngirim video ke dia,’’ cerita perempuan kelahiran 1992 tersebut.
Kode itu rupanya ditangkap Malindo. Diam-diam, dia berburu domba Merino untuk memberikan kejutan kepada istrinya.
Pencariannya tak mudah. Malindo belum menemukan peternak Merino di sekitar Ponorogo sehingga harus memperluas pencarian melalui media sosial.
Upaya tersebut akhirnya mempertemukannya dengan peternak di kawasan Dieng, Wonosobo.
Sekitar Rp 5 juta dikeluarkan Malindo untuk mendapatkan sepasang domba yang kemudian dijadikan seserahan.
’’Awalnya istri suka ngirim video-video di TikTok sama Instagram. Sampai blenger saya istilahnya,’’ kelakar Malindo sembari terkekeh.
Kejutan itu baru terungkap saat pesta pernikahan. Domba Merino diboyong sebagai bagian dari seserahan untuk Wilujeng.
Bukan hanya sang istri yang dibuat terkejut. Kehadiran sepasang domba di tengah pesta juga mengundang perhatian para tamu.
Sebagian tamu bahkan sempat salah sangka. Mereka mengira kedua domba tersebut dibawa untuk disembelih dan dijadikan santapan dalam pesta pernikahan.
Namun, nasib Merino itu jauh dari meja hidangan. Malindo dan Wilujeng justru berencana merawat serta mengembangbiakkannya.
’’Rencana mau dikembangbiakkan, siapa tahu bisa jadi peternak Merino yang sukses di Ponorogo,’’ pungkas Malindo. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto