Jawa Pos Radar Madiun – Setahun mengandalkan jembatan bambu, warga Dusun Mingging, Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, Ponorogo, akhirnya memiliki akses permanen.
Jembatan yang sebelumnya ambrol diterjang banjir kini tuntas diperbaiki dan sudah dapat dilalui kendaraan roda empat.
Jembatan tersebut diberi nama Jembatan Merah Putih Presisi. Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto meresmikan langsung penggunaannya, Kamis (13/8).
Misni, warga setempat, mengatakan jembatan tersebut merupakan akses utama bagi warga sedikitnya empat dukuh di Desa Grogol.
Jalur itu juga menghubungkan warga menuju Desa Pangkal, Kecamatan Sawoo.
Sejak jembatan ambrol diterjang banjir tahun lalu, masyarakat terpaksa membangun jembatan darurat dari bambu atau sesek secara swadaya.
Konstruksi sementara tersebut hanya dapat dilewati sepeda motor.
‘’Dulu akses warga sempat lumpuh. Kami berswadaya membuat jembatan dari bambu yang digunakan sekitar satu tahun. Sekarang roda empat juga bisa melintas,’’ ujar Misni.
Keberadaan jembatan memiliki peran vital bagi aktivitas masyarakat.
Selain menjadi akses anak-anak menuju sekolah, jalur tersebut digunakan petani untuk mengangkut hasil panen dan pedagang membawa barang dagangan.
Pulihnya akses kendaraan roda empat membuat mobilitas masyarakat yang sebelumnya terbatas kini lebih leluasa.
‘’Di sini ada dua jembatan yagn rusak, alhamdulillah sekarang sudah diperbaiki,’’ jabarnya.
Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo mengatakan, terdapat empat Jembatan Merah Putih Presisi yang dibangun di Kabupaten Ponorogo tahun ini.
Tiga jembatan telah rampung. Yakni, satu di Kecamatan Ngebel dan dua di Kecamatan Sawoo.
Sedangkan satu jembatan lainnya di Kecamatan Jambon masih dalam proses pengerjaan.
‘’Berfungsinya kembali jembatan ini, harapan kami mobilitas warga empat dukuh yang selama ini terkendala diharapkan kembali normal,’’ ungkap Andin. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto