Jawa Pos Radar Madiun – Persaingan memperebutkan enam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Pemkab Ponorogo memasuki babak berikutnya.
Sebanyak 39 pelamar dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti asesmen kompetensi.
Seluruh peserta yang lolos administrasi wajib mengikuti asesmen sebelum melanjutkan ke tahapan berikutnya.
Peserta baru dinyatakan gugur apabila mengundurkan diri atau tidak mengikuti asesmen.
Sekda Ponorogo Agus Sugiarto mengatakan, peserta yang mengikuti asesmen akan tetap diikutsertakan dalam tahapan seleksi selanjutnya.
’’Kalau tidak mengikuti (asesmen, Red) berarti gugur. Tapi ketika mengikuti, nanti semua akan diikutkan pada tahap berikutnya,’’ kata Ugin, sapaan akrabnya, Minggu (16/8).
Puluhan peserta berasal dari berbagai latar belakang jabatan di lingkungan pemerintahan. Mulai kepala bagian (kabag), sekretaris dinas, camat, hingga wakil direktur RSUD dr Harjono (RSDH).
Seleksi JPTP Ponorogo juga menarik pelamar dari luar daerah. Seorang aparatur sipil negara (ASN) asal Madiun tercatat ikut memperebutkan posisi direktur RSDH.
Menurut Ugin, peserta dari luar daerah maupun internal Pemkab Ponorogo mendapat perlakuan yang sama dan wajib melewati seluruh tahapan sesuai ketentuan.
’’Jumlah peserta dari luar daerah memang tidak banyak, hanya satu,’’ katanya.
Dari enam jabatan yang dilelang, posisi kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menjadi yang paling diminati dengan 10 peserta.
Posisi kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) diperebutkan delapan peserta. Sedangkan jabatan direktur RSDH diminati tujuh pelamar.
Berikutnya, kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) masing-masing diperebutkan lima peserta.
Sementara itu, posisi kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) menjadi formasi dengan peminat paling sedikit, yakni empat orang.
Ugin memastikan proses seleksi dilakukan secara ketat dengan melibatkan panitia seleksi yang dinilai memiliki kompetensi untuk menentukan kandidat terbaik.
’’Prosesnya sangat ketat dan tim pansel (panitia seleksi) juga kredibel. Saya pikir akan terpilih yang sesuai dengan harapan masyarakat,’’ tandasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto