Jawa Pos Radar Madiun – Tujuh puluh putra-putri terbaik Ponorogo resmi mengemban amanah sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).
Mereka dikukuhkan di Pendapa Pemkab Ponorogo, Sabtu malam (15/8), untuk menjalankan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8).
Mereka bukan sekadar petugas pengibar Sang Merah Putih. Paskibraka juga diharapkan menjadi ruang pembentukan karakter sekaligus melahirkan generasi muda yang disiplin, berintegritas, dan memiliki jiwa nasionalisme.
Dandim 0802/Ponorogo Letkol Arh Farauk Saputra mengatakan, pengukuhan 70 anggota Paskibraka bukan sekadar seremoni.
Amanah sebagai pengibar bendera merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan disiplin dan penuh keikhlasan.
’’Kalian tidak hanya bertugas mengibarkan dan menurunkan Sang Merah Putih, tetapi juga menjadi teladan bagi generasi muda,’’ pesan Farauk.
Untuk mengenakan seragam Paskibraka, puluhan pelajar tersebut harus melewati perjalanan panjang. Seleksi Paskibraka Ponorogo diikuti 382 pendaftar dari jenjang SMA sederajat.
Tahapannya meliputi seleksi administrasi, tes Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP), wawasan kebangsaan, kesehatan, parade, kesamaptaan, peraturan baris-berbaris, hingga tes kepribadian.
Dari ratusan peserta tersebut, akhirnya terpilih 70 siswa sebagai anggota Paskibraka Kabupaten Ponorogo.
Selain itu, dua peserta berhasil melangkah lebih jauh dengan lolos menjadi Paskibraka tingkat Provinsi Jawa Timur.
Farauk menekankan bahwa tanggung jawab para anggota Paskibraka tidak berhenti setelah upacara kemerdekaan selesai.
Nilai kedisiplinan, nasionalisme, kebersamaan, dan tanggung jawab yang ditempa selama proses seleksi dan latihan diharapkan terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari.
’’Setelah dikukuhkan, tugas kalian belum selesai. Justru mulai hari ini amanah dan tanggung jawab berada di pundak kalian,’’ tegasnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto