Unik! Upacara HUT ke-81 RI di Sungai Ponorogo, Napak Tilas Jenderal Soedirman

Sugeng Dwi N. • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 19:15 WIB
NAPAK TILAS: Pemdes Ngindeng menggelar upacara HUT ke-81 RI di Sungai Ngindeng, Sawoo, yang disebut menjadi bagian jalur gerilya Jenderal Soedirman, Senin (17/8). (Sugeng Dwi N./Jawa Pos Radar Ponorogo)
NAPAK TILAS: Pemdes Ngindeng menggelar upacara HUT ke-81 RI di Sungai Ngindeng, Sawoo, yang disebut menjadi bagian jalur gerilya Jenderal Soedirman, Senin (17/8). (Sugeng Dwi N./Jawa Pos Radar Ponorogo)

Jawa Pos Radar Madiun – Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Ponorogo, berlangsung tak biasa, Senin (17/8).

Peserta berdiri di tengah aliran Sungai Ngindeng yang disebut memiliki jejak sejarah perjalanan gerilya Panglima Besar Jenderal Soedirman.

Upacara digelar di bawah jembatan tua Sungai Ngindeng, aliran anak sungai Waduk Bendo.

Komandan dan inspektur upacara, petugas pengibar bendera, hingga peserta harus berdiri di tengah aliran air setinggi mata kaki.

Bebatuan licin dan medan curam menuju lokasi tak menyurutkan semangat peserta mengikuti upacara hingga selesai.

Kepala Desa Ngindeng Bima Sakti Putra mengatakan, lokasi tersebut sengaja dipilih untuk menghadirkan suasana berbeda sekaligus mengingat kembali nilai sejarah perjuangan kemerdekaan.

’’Karena ada nilai historikal, kesempatan hari ini kita mengambil momentum upacaranya yang ada di sungai,’’ ujarnya.

Pemilihan Sungai Ngindeng bukan sekadar mencari lokasi unik. Kawasan tersebut disebut memiliki keterkaitan dengan perjalanan gerilya Panglima Besar Jenderal Soedirman pada masa Agresi Militer Belanda II sekitar 1948–1949.

Dalam kondisi sakit, Jenderal Soedirman disebut pernah ditandu melewati aliran sungai tersebut saat menjalankan perang gerilya melawan Belanda.

Wilayah Ngindeng menjadi bagian jalur perjalanan dari arah barat, yakni Wonogiri, menuju basis pertahanan di Jawa Timur, termasuk Pacitan.

Jenderal Soedirman juga disebut pernah bermalam di sebuah rumah di kaki Gunung Bayangkaki, Desa Ngindeng.

Nilai sejarah itulah yang ingin dihidupkan kembali melalui upacara kemerdekaan di tengah sungai.

’’Antusias masyarakat luar biasa, bahkan tidak sedikit yang ikut mengikuti upacara dari tepian sungai,’’ ungkap Bima.

Pengalaman berbeda dirasakan Valen Yolanda Anindita. Petugas pengibar bendera tersebut baru kali pertama menjalankan tugas upacara di tengah sungai.

Medan yang tidak rata ditambah bebatuan licin menjadi tantangan tersendiri selama persiapan. Siswa kelas XII itu mengaku sempat kesulitan ketika berlatih.

’’Kalau takut, ada, karena medannya curam, terus nggak rata. Saat latihan kadang terpeleset karena licin. Tapi senang dan bangga, bisa menjadi bagian upacara ini,’’ ungkapnya. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
HUT ke-81 RI Sungai Ngindeng ponorogo jenderal soedirman