Dua Titik di Ponorogo Mulai Kekeringan, Warga Andalkan Dropping Air Bersih

Sugeng Dwi N. • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:30 WIB
BANTUAN: Petugas BPBD Ponorogo mengecek tandon air untuk kebutuhan warga Dusun Dungus, Desa Karangpatihan, Pulung. BPBD UNTUK JAWA POS RADAR PONOROGO
BANTUAN: Petugas BPBD Ponorogo mengecek tandon air untuk kebutuhan warga Dusun Dungus, Desa Karangpatihan, Pulung. BPBD UNTUK JAWA POS RADAR PONOROGO

Jawa Pos Radar Madiun – Krisis air bersih mulai dirasakan warga di sejumlah kantong kekeringan Kabupaten Ponorogo.

Di Dusun Dungus, Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung, kebutuhan air warga kini ditopang gotong royong berbagai pihak.

Sejumlah relawan dan instansi telah melakukan lima kali dropping air bersih dalam beberapa pekan terakhir.

BPBD Ponorogo juga telah menerima permohonan bantuan dan menjadwalkan distribusi air ke lokasi tersebut.

Kalaksa BPBD Ponorogo Masun mengatakan, untuk sementara dropping di Dusun Dungus masih ditangani sejumlah pihak di luar BPBD.

’’Dua kali dikirim Polsek Pulung, kemudian dua kali dari BBWS. Rencananya Rabu ini ada dropping dari Paguyuban Pedagang Sayur Somoroto,’’ kata Masun, Kamis (20/8).

Masun mengapresiasi kepedulian berbagai pihak terhadap warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Namun, setiap pengiriman perlu dikoordinasikan agar sesuai dengan kapasitas penampungan di lokasi.

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), misalnya, mengirimkan dua tangki dengan kapasitas total 10 ribu liter. Sementara tandon yang tersedia hanya mampu menampung sekitar 8.500 liter.

Kondisi tersebut membuat sebagian air harus langsung didistribusikan kepada warga agar tidak melebihi kapasitas tandon.

BPBD pun mengatur distribusi berikutnya dengan mempertimbangkan kondisi persediaan air di lapangan.

’’Mohon koordinasi kalau ada relawan atau komunitas yang mau dropping. Kami perlu memastikan tandon di sana memang sudah saatnya diisi dan tidak double pengiriman,’’ ungkapnya.

BPBD Ponorogo menjadwalkan dropping air bersih ke wilayah terdampak mulai pekan depan.

Pengiriman tidak hanya menyasar Dusun Dungus di Desa Karangpatihan.

Dusun Bungur, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, juga masuk daftar lokasi yang membutuhkan pasokan air bersih.

Kendaraan tangki direncanakan melakukan pengiriman dua kali dalam sepekan.

Sejauh ini, BPBD mencatat baru dua titik tersebut yang membutuhkan dropping akibat kekeringan.

’’Sementara baru dua titik kekeringan. Kalau sumber yang ada sudah kami lakukan dropping,’’ tandasnya. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
kekeringan ponorogo BPBD Ponorogo krisis air bersih dropping air bersih ponorogo