Jawa Pos Radar Madiun – Persaingan memperebutkan enam kursi kepala dinas di lingkungan Pemkab Ponorogo mulai mengerucut.
Sebanyak 39 aparatur sipil negara (ASN) dinyatakan lolos seleksi administrasi dalam seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP).
Lelang jabatan tersebut menjadi ajang adu kompetensi.
Terlebih, seleksi dibuka lintas daerah sehingga ASN dari luar Ponorogo memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing mengisi jabatan strategis tersebut.
Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno mendorong pejabat lokal tidak minder menghadapi kandidat dari daerah lain.
Sistem seleksi terbuka, menurut dia, harus menjadi momentum bagi ASN Ponorogo untuk menunjukkan kapasitas dan kompetensinya.
’’Harapan kami muncul kader yang kompetitif dari Ponorogo. Jangan sampai kalah dengan kader yang muncul dari luar daerah,’’ kata Kang Wi, sapaan ketua dewan, Kamis (20/8).
Pemkab Ponorogo membuka seleksi terbuka JPTP untuk mengisi enam formasi.
Dari tahapan administrasi, sebanyak 39 pendaftar dinyatakan memenuhi persyaratan untuk melanjutkan proses seleksi.
Berdasarkan data yang ada, mayoritas peserta merupakan ASN dari lingkungan Pemkab Ponorogo.
Sementara, terdapat peserta dari luar daerah yang ikut dalam persaingan tersebut.
Kang Wi berharap seleksi terbuka mampu menghasilkan pejabat yang benar-benar kompeten untuk menduduki enam kursi kepala dinas.
Kehadiran kandidat dari luar daerah sekaligus menjadi tantangan bagi ASN lokal untuk membuktikan kualitas mereka dalam proses seleksi. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto