Jawa Pos Radar Madiun – Kepedulian terhadap korban gempa NTT mengalir dari ruang-ruang kelas di Ponorogo.
Siswa SDN 1 Ngrupit menyisihkan sebagian uang saku mereka untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kemarin (21/8).
Aksi sosial tersebut tak sekadar mengumpulkan donasi. Sekolah menjadikannya sebagai sarana menanamkan empati dan kepekaan sosial kepada siswa sejak dini.
Kepala SDN 1 Ngrupit Prema Kartika Intansari mengatakan, penggalangan bantuan dirangkai dalam kegiatan Jumat Ukhuwah.
Para siswa lebih dulu melaksanakan salat duha dan doa bersama sebelum mengumpulkan donasi.
’’Kepedulian tidak cukup hanya diajarkan melalui teori, tetapi harus mereka alami sendiri,’’ kata Prema.
Menurut Prema, pengalaman berbagi diharapkan membentuk karakter anak hingga mereka dewasa.
Meski nominal donasi gempa NTT yang diberikan setiap siswa mungkin tidak besar, nilai kepedulian di balik aksi tersebut dinilai jauh lebih penting.
Dari sebagian uang saku yang mereka sisihkan, siswa belajar bahwa bantuan sekecil apa pun dapat memberikan harapan bagi masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
’’Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang peka dan peduli ketika melihat saudara-saudara mereka tertimpa musibah,’’ terangnya.
Semangat berbagi salah satunya ditunjukkan Yasmin Adeliana. Siswa kelas IV itu ikut menyisihkan sebagian uang sakunya untuk korban gempa NTT.
Yasmin berharap bantuan sederhana tersebut dapat meringankan beban masyarakat terdampak bencana.
Tak hanya uang. Para siswa juga membuat gambar-gambar dukungan untuk dikirimkan kepada warga Flores.
Menggunakan krayon, mereka menggambar beragam pesan tentang kebersamaan, mulai peta hingga semangat gotong royong.
Karya sederhana tersebut menjadi cara anak-anak SDN 1 Ngrupit menyampaikan dukungan agar masyarakat terdampak tetap kuat menghadapi bencana.
’’Semoga para korban di NTT bisa terbantu. Semoga gempa ini yang terakhir kali,’’ tutur Yasmin polos. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto