Jawa Pos Radar Madiun – Kobaran api melalap kawasan Gunung Loreng, Slahung, Ponorogo, Sabtu (22/8).
Sekitar 4,5 hektare kawasan hutan Perhutani di Petak 93B RPH Slahung, BKPH Ponorogo Selatan, KPH Lawu Ds terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tersebut.
Api bahkan sempat bergerak mendekati permukiman warga menjelang petang. Petugas gabungan harus membuat sekat untuk menghentikan rambatan kobaran.
Kalaksa BPBD Ponorogo Masun mengatakan, api kali pertama diketahui warga sekitar pukul 13.30.
Kobaran muncul di kawasan puncak yang dipenuhi semak belukar.
Vegetasi yang mengering membuat api cepat menjalar. Tim gabungan dari BPBD Ponorogo, Perhutani, TNI, dan Polri langsung diterjunkan setelah menerima laporan.
’’Begitu mendapat laporan, tim langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan penyekatan,’’ kata Masun.
Upaya menjinakkan karhutla Gunung Loreng tidak mudah. Memasuki petang, kobaran justru meluas dan semakin mendekati permukiman.
Petugas kemudian membuat ilaran atau jalur pemisah vegetasi untuk memutus rambatan api. Pemadaman juga dilakukan secara manual menggunakan gepyok.
Setelah berjibaku berjam-jam, api akhirnya dapat dikendalikan sekitar pukul 21.30.
Namun, operasi belum berhenti. Tim kembali menyisir kawasan terdampak pada Minggu pagi (23/8) untuk memastikan tidak ada bara yang dapat memicu kebakaran susulan.
’’Penyisiran kembali dilakukan Minggu pagi (23/8) untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan,’’ jelasnya.
Penyebab kebakaran hutan Slahung tersebut masih didalami. BPBD bersama Perhutani juga terus memantau kawasan terdampak karena vegetasi masih kering dan mudah terbakar.
Sejumlah pohon bahkan diketahui masih menyimpan bara. Kondisi tersebut membuat petugas tetap melakukan pengecekan dan pemadaman lanjutan.
’’Gunung Loreng sudah padam. Tetapi ada beberapa pohon yang masih mureng. Perhutani melakukan pengecekan sekaligus pemadaman untuk mencegah api muncul lagi,’’ pungkas Masun. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto