Jawa Pos Radar Madiun – Bel sekolah tak lagi berbunyi dan aktivitas belajar mengajar berhenti.
Namun, penutupan SDN Setono di Kecamatan Jenangan menyisakan satu pekerjaan rumah bagi Pemkab Ponorogo: memastikan gedung sekolah yang masih layak itu tak berakhir mangkrak.
Selain memastikan siswa mendapatkan sekolah pengganti serta mendistribusikan guru dan tenaga kependidikan, pemerintah daerah didorong segera menentukan pemanfaatan aset bekas sekolah tersebut.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Ponorogo Ribut Riyanto meminta Dinas Pendidikan (Dindik) tidak membiarkan bangunan SDN Setono terbengkalai.
Apalagi, kondisi gedung dinilai masih apik dan layak digunakan. Membiarkannya kosong terlalu lama justru berpotensi membuat aset pemerintah tersebut rusak.
’’Kalau gedung tidak dimanfaatkan, akhirnya nanti lama-lama akan rusak. Aset-asetnya harus dijaga juga,’’ tegas Ribut, Selasa (25/8).
Menurut Ribut, mempertahankan sekolah dengan jumlah siswa yang sangat sedikit memang tidak efektif. Baik dari sisi proses pembelajaran maupun distribusi tenaga pendidik.
Namun, setelah sekolah ditutup, aset sekolah di Ponorogo juga harus mendapatkan perhatian.
Pemerintah perlu mencari fungsi baru agar bangunan tetap memberikan manfaat.
Baca Juga: Jadwal Vietnam vs Thailand Leg 2 Final Piala AFF 2026 dan Link Live Streaming
Ribut mencontohkan sejumlah bekas gedung sekolah yang telah dialihfungsikan.
Sebagian dapat dimanfaatkan untuk aktivitas olahraga, kegiatan masyarakat, maupun mendukung penyelenggaraan event.
’’Ada beberapa contoh seperti SDN Tajuk itu kurang dimanfaatkan beda dengan yang di Siman, sekarang digunakan untuk kegiatan masyarakat,’’ jelasnya.
DPRD Ponorogo mendorong Dindik berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lain untuk menentukan pemanfaatan gedung SDN Setono.
Salah satu pilihannya, bangunan dapat dialihfungsikan untuk menunjang program pemerintah maupun aktivitas masyarakat.
Opsi lainnya adalah pemanfaatan melalui skema sewa kepada pihak ketiga sesuai ketentuan pengelolaan aset daerah.
Terlebih, lokasi eks SDN Setono dinilai cukup strategis karena berada di tepi jalan kabupaten dan mudah dijangkau.
’’Intinya aset tetap terawat dan bisa dimanfaatkan,’’ ujar Ribut. (gen/kid/par)
Editor : Hengky Ristanto