Lansia di Ponorogo Unjuk Gigi Jadi Presenter, Aksinya Bikin Penonton Terpingkal

Sugeng Dwi N. • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:13 WIB
UNJUK GIGI: Lansia Desa Ketro, Sawoo, tampil layaknya presenter televisi dengan membacakan naskah berita di balik layar jumbo berbahan kardus, Minggu (23/8) lalu.
UNJUK GIGI: Lansia Desa Ketro, Sawoo, tampil layaknya presenter televisi dengan membacakan naskah berita di balik layar jumbo berbahan kardus, Minggu (23/8) lalu.

Jawa Pos Radar Madiun – Bukan presenter televisi profesional yang muncul di balik layar jumbo itu. Kakek dan nenek di Desa Ketro justru bergantian membawakan berita layaknya sedang mengudara di studio televisi, Minggu (23/8) lalu.

Uniknya, layar jumbo tersebut hanya terbuat dari kardus. Aksi para lansia Ketro itu pun mencuri perhatian dalam rangkaian lomba Agustusan yang digelar pemerintah desa (pemdes) setempat.

Gelak tawa penonton pecah ketika sejumlah peserta terbata-bata membaca naskah berita. Tak sedikit peserta yang ikut tertawa karena kesulitan menuntaskan kalimat di hadapan khalayak.

Salah satunya Hartini. Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai bidan desa itu mengaku menjadi presenter berita ternyata lebih sulit dibandingkan pekerjaan yang biasa dilakoninya.

Dia bahkan tak sanggup menahan tawa ketika kesulitan membacakan naskah. Reaksi spontan tersebut langsung disambut riuh penonton.

’’Sulit ternyata menjadi pembaca berita. Saya pilih menyuntik 100 orang daripada menjadi presenter,’’ kelakarnya.

Baca Juga: Ratusan Siswa MAN 1 Ponorogo Antusias Ikuti AXIS School Fest 2026, Asah Skill AI dan Komunikasi

Kepala Desa Ketro Mursyid Hidayat mengatakan, lomba unik tersebut merupakan bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Pesertanya berasal dari beragam profesi.

’’Peserta berasal dari berbagai latar belakang. Ada petani, pedagang, hingga bidan desa,’’ katanya.

Menurut Mursyid, lomba presenter tak hanya dirancang untuk menghadirkan hiburan. Aktivitas membaca naskah di depan publik sekaligus digunakan untuk melihat daya ingat dan kemampuan para lansia.

Meski sejumlah peserta kesulitan membaca naskah, semangat mereka tak kendur. Para kakek dan nenek tetap berusaha menuntaskan penampilannya di hadapan penonton.

Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan lomba baca puisi untuk anak dan remaja, pertunjukan kesenian, serta berbagai hiburan lainnya.

’’Kami ingin memberikan pengalaman bagaimana kesulitan seorang presenter membaca berita. Sekaligus memahami pola pikir lansia agar ke depan penanganan melalui posyandu lansia bisa lebih komprehensif,’’ pungkasnya. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
HUT ke-81 Kemerdekaan RI desa ketro lansia ketro presenter berita ponorogo