Jawa Pos Radar Madiun – Rencana konser di Stadion Batoro Katong (SBK) berbuntut penolakan. Menjelang pertunjukan yang dijadwalkan Minggu (30/8), kalangan pecinta sepak bola mendesak penyelenggara memindahkan panggung hiburan ke lokasi lain.
Perwakilan Persatuan Sepakbola Ponorogo (Persepon) Arif Budianto mengatakan, pihaknya dan penyelenggara acara telah dipertemukan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi D DPRD Ponorogo. Namun, pembahasan tersebut belum menghasilkan kesepakatan.
Mewakili kalangan pecinta sepak bola, Arif menilai penggunaan Stadion Batoro Katong untuk konser tidak sesuai dengan fungsi utama fasilitas tersebut sebagai sarana olahraga.
Terlebih, lapangan stadion belum lama ini mendapat revitalisasi rumput dengan anggaran ratusan juta rupiah.
’’Harapannya konser tidak di stadion, karena risikonya jelas stadion yang baru diganti rumputnya akan rusak,’’ tegas Arif.
Baca Juga: Konser di Stadion Batoro Katong Ponorogo Kembali Dikaji, Rumput FIFA Jadi Sorotan
Menurut Arif, potensi persoalan tidak sebatas kerusakan rumput akibat aktivitas selama konser. Sampah maupun benda berbahaya yang tertinggal di lapangan dikhawatirkan mengganggu penggunaan stadion setelah acara berakhir.
Karena itu, apabila konser tetap digelar di SBK, dia meminta penyelenggara memberikan jaminan konkret. Termasuk kompensasi untuk penanganan dampak yang mungkin ditimbulkan.
’’Kalau hanya janji, saya tidak yakin. Harus ada kompensasi dan di depan untuk membersihkan dampak risiko setelah konser,’’ ungkapnya.
Baca Juga: Stadion Batoro Katong Ponorogo Dibuka Lagi, Disbudparpora Wacanakan Gelar Konser Musik
Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) saat ini tengah mengkaji ulang pemanfaatan SBK sebagai lokasi konser.
Evaluasi dilakukan setelah Pemkab Ponorogo merevitalisasi rumput Stadion Batoro Katong pada 2024. Anggaran yang dikucurkan mencapai Rp 678 juta untuk penanaman rumput jenis Zoysia japonica.
Setelah revitalisasi tersebut, penggunaan stadion untuk kegiatan nonolahraga menjadi perhatian. Terlebih, belakangan kembali bermunculan permohonan dari penyelenggara acara untuk menggunakan SBK sebagai lokasi konser.
Kalangan pecinta sepak bola berharap investasi daerah untuk memperbaiki kualitas lapangan tersebut tidak terganggu oleh kegiatan yang berpotensi merusak rumput. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto