Sehari Lima Karhutla di Ponorogo, 4,5 Hektare Lahan Ludes Terbakar

Sugeng Dwi N. • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 07:40 WIB
KARHUTLA: Petugas BPBD Ponorogo berjibaku melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan, Selasa (25/8).
KARHUTLA: Petugas BPBD Ponorogo berjibaku melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan, Selasa (25/8).

Jawa Pos Radar Madiun – Ancaman karhutla Ponorogo kian mengkhawatirkan. BPBD mencatat sekitar 40 kejadian kebakaran hutan dan lahan sepanjang musim kemarau tahun ini.

Bahkan, lima titik kebakaran muncul hampir bersamaan dalam sehari, Selasa (25/8). Total lahan yang dilalap api diperkirakan mencapai 4,5 hektare.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Agung Prasetya mengatakan, lima kejadian tersebut tersebar di empat kecamatan.

Yakni, Desa Munggu dan Nambak di Kecamatan Bungkal, Desa Duri di Kecamatan Slahung, Desa Pandak di Kecamatan Balong, serta Desa Sidorejo di Kecamatan Pulung.

Laporan kebakaran hutan dan lahan diterima secara bertahap sejak pukul 12.30 hingga petang.

Petugas langsung diterjunkan ke masing-masing lokasi untuk melakukan penanganan.

’’Begitu ada laporan, kami langsung menurunkan tim reaksi cepat dan berkoordinasi dengan pemangku wilayah terdekat,’’ kata Agung.

Dari lima kejadian, kebakaran terluas terjadi di Desa Pandak dengan area terdampak sekitar dua hektare.

Sementara di Desa Munggu, Nambak, dan Duri masing-masing sekitar satu hektare.

Sedangkan karhutla di Ponorogo yang terjadi di kawasan Sukun, Desa Sidorejo, diperkirakan menghanguskan sekitar setengah hektare.

Mayoritas material yang terbakar berupa serasah daun jati dan tumbuhan bawah. Mulai semak belukar, ilalang, hingga rumput kering yang mudah tersulut pada kondisi kemarau.

’’Di Munggu dan Nambak, lahan yang terbakar merupakan tanah pajakan masyarakat dengan vegetasi pohon jati,’’ terangnya.

Agung mengakui frekuensi karhutla terus meningkat dari hari ke hari.

Kondisi kemarau di Ponorogo yang kering dan panas ditambah hembusan angin kencang membuat api lebih mudah muncul dan cepat merambat.

Karena itu, BPBD meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Aktivitas yang berpotensi memantik api di sekitar lahan kering maupun kawasan hutan harus dihindari.

’’Jangan membakar sampah ataupun membuang puntung rokok sembarangan,’’ tegasnya. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
karhutla ponorogo kemarau di ponorogo BPBD Ponorogo kebakaran hutan dan lahan