Jawa Pos Radar Madiun – Ketidaksesuaian data desil Ponorogo dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi persoalan serius.
Sepanjang Agustus, sebanyak 903 kepala keluarga (KK) mengajukan pemutakhiran data ke Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA) Ponorogo.
Mayoritas pengajuan dipicu data tingkat kesejahteraan yang dinilai tidak mencerminkan kondisi ekonomi riil warga. Persoalan tersebut kini mendapat perhatian Pemkab Ponorogo.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita menegaskan, ketidaksesuaian data perlu dikaji agar perubahan desil tidak dilakukan serampangan.
Terlebih, kekeliruan klasifikasi berpotensi merugikan warga kurang mampu dalam mengakses bantuan.
’’Dengan BPS, kami akan coba menggali lagi, mengkaji lagi untuk masalah desil ini,’’ ungkap Bunda Rita, sapaan Plt Bupati Ponorogo, Kamis (27/8).
Pemkab bakal berkoordinasi dengan BPS Ponorogo untuk mengkaji persoalan tersebut.
Pemerintah desa juga dilibatkan untuk membantu melihat kondisi sosial ekonomi warga secara langsung di lapangan.
Sekda Ponorogo Agus Sugiarto mengatakan, pemutakhiran data desil terus dilakukan dengan melibatkan Dinsos-PPPA dan BPS.
Baca Juga: Inilah Best 5 AQUA DBL Dance 2026 East Java-West, Siap Gebrak GOR Wilis Madiun
Salah satu langkahnya melalui verifikasi lapangan atau ground check untuk mencocokkan data dengan kondisi sebenarnya.
’’Kami update terus agar data desil benar-benar mencerminkan keadaan di lapangan,’’ katanya.
Agus menegaskan, data desil bukan klasifikasi permanen. Posisi warga dapat bergeser naik maupun turun mengikuti perubahan kondisi sosial dan ekonominya.
Pembenahan tersebut diharapkan memperkecil ketidaktepatan sasaran program perlindungan sosial.
Dengan demikian, warga yang memang memenuhi kriteria dapat memperoleh bantuan sesuai kondisi ekonominya.
Akurasi DTSEN juga penting karena data tersebut tidak hanya berkaitan dengan bantuan sosial.
Klasifikasi kesejahteraan turut berpengaruh terhadap akses calon mahasiswa pada sejumlah skema bantuan pendidikan.
’’Sehingga bantuan-bantuannya yang memang diperuntukkan kepada sasaran kemiskinan biar tepat,’’ tandas Agus. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto