Jawa Pos Radar Madiun - Rencana konser musik di Stadion Gelora Batoro Katong (GBK) Ponorogo belum mendapat lampu hijau.
DPRD Ponorogo sepakat dengan Persepon, tolak penggunaan stadion untuk konser. Pertimbangannya, kerusakan rumput, keselamatan penonton hingga ketimpangan antara pendapatan dan biaya perawatan.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Ponorogo Ribut Riyanto mengatakan, mayoritas anggota komisinya keberatan. Sebab, rumput stadion selama ini telah mendapat anggaran perawatan.
Penggunaan lapangan untuk konser dikhawatirkan menimbulkan kerusakan yang akhirnya kembali membebani anggaran daerah.
‘’Jangan sampai merawat rumput sudah lama, dipakai semalam, kemudian rumput-rumputnya mati. Itu kerugian kita semua,’’ tegas Ribut.
Ribut mempertanyakan kecukupan akses keluar-masuk Stadion GBK jika konser dihadiri ribuan penonton.
Baca Juga: Hasil Kejuaraan Voli Putri Asia 2026 Perempat Final: Thailand Geprek Korea 3-0
Persoalan tersebut dinilai tak boleh diabaikan sebelum izin diberikan.
DPRD juga meminta pemerintah menghitung ulang keuntungan yang diperoleh. Pendapatan asli daerah (PAD) dari pemanfaatan stadion harus sebanding dengan biaya perawatan dan potensi perbaikan fasilitas.
‘’Antara PAD dengan biaya yang dikeluarkan selama ini untuk perawatan stadion itu torok (jomplang),’’ jelasnya.
DPRD telah memfasilitasi audiensi dengan suporter, Askab PSSI, dan pihak terkait Senin (24/8) lalu.
Kendati menolak, DPRD menyerahkan keputusan akhir kepada dinas terkait dan Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita sebagai pemegang kewenangan. Jika konser tetap digelar, dewan bakal mengawasi pelaksanaannya.
‘’Terutama memastikan komitmen penyelenggara menjaga serta memulihkan kondisi rumput dan fasilitas stadion benar-benar dipenuhi,’’ pungkasnya. (gen/par/kid)
Editor : Mizan Ahsani