Sekali Jalan Atasi Kemiskinan dan Stunting, Pemkab Ponorogo Petakan Potensi Tiap Desa

Sugeng Dwi N. • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:34 WIB
PEMETAAN: Pemkab Ponorogo menggelar rapat bersama seluruh OPD untuk mengintegrasikan program penanganan kemiskinan, stunting, ketahanan pangan, dan pengembangan potensi lokal.
PEMETAAN: Pemkab Ponorogo menggelar rapat bersama seluruh OPD untuk mengintegrasikan program penanganan kemiskinan, stunting, ketahanan pangan, dan pengembangan potensi lokal.

Jawa Pos Radar Madiun – Penanganan kemiskinan dan stunting di Ponorogo bakal dijalankan satu tarikan dengan penguatan ketahanan pangan hingga pengembangan potensi lokal.

Pemkab mulai mengintegrasikan program lintas organisasi perangkat daerah (OPD) agar intervensi kepada masyarakat lebih tepat sasaran.

Langkah awal dilakukan dengan memetakan potensi setiap desa.

Data tersebut nantinya menjadi basis perencanaan program sekaligus menentukan kebutuhan intervensi pemerintah di masing-masing wilayah.

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengatakan, pemetaan potensi desa diperlukan agar program pemerintah tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial.

Data yang dihimpun harus menjadi pijakan bagi pemkab untuk menentukan program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

’’Kami ingin benar-benar antar-lintas OPD (organisasi perangkat daerah) semuanya mulai diterapkan. Sehingga data yang kita miliki lengkap dan ke depan lebih fokus,’’ kata Bunda Rita, sapaan Plt Bupati Ponorogo, kemarin (27/8).

Pemetaan dilakukan secara menyeluruh terhadap berbagai potensi dan kondisi desa. Mulai kondisi masyarakat, seni budaya, hingga ketahanan pangan Ponorogo.

Hasil pemetaan juga bakal dimanfaatkan dalam pelaksanaan program Bunda Menginap di Desa (Bunga Desa).

Dengan begitu, setiap kunjungan ke desa dapat diarahkan pada persoalan maupun potensi yang memang membutuhkan perhatian.

’’Kami ingin tahu potensi tiap desa sebenarnya seperti apa. Jadi ketika hadir di desa, kita bisa lebih fokus,’’ ujarnya.

Integrasi data tersebut sekaligus diharapkan membuat program antarsektor saling terkoneksi.

Terutama dalam memastikan pemenuhan pangan dan gizi tepat sasaran sekaligus memperkuat kedaulatan pangan daerah.

Sekda Ponorogo Agus Sugiarto menambahkan, penguatan program tersebut dituangkan melalui Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal 2026–2030.

Menurut dia, program yang selama ini telah berjalan di masing-masing OPD tidak diganti dengan program baru.

Pemkab lebih menekankan penajaman sasaran dan sinergi lintas sektor agar hasilnya semakin terukur.

’’Bukan program khusus, tapi penajaman program dan sinerginya supaya semakin terukur. Fokusnya pada penguatan pangan dan gizi, sementara berbasisnya adalah potensi lokal yang dipunya,’’ terang Ugin, sapaan Sekda Ponorogo. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
ketahanan pangan Kemiskinan Stunting ponorogo