39 Kandidat Berebut Enam Kursi Kepala Dinas di Ponorogo, 18 Nama Bakal Tersisih

Sugeng Dwi N. • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 15:57 WIB
ADU GAGASAN: Seleksi kepala dinas Ponorogo memasuki tes kompetensi bidang pada 2–4 September 2026.
ADU GAGASAN: Seleksi kepala dinas Ponorogo memasuki tes kompetensi bidang pada 2–4 September 2026.

Jawa Pos Radar Madiun – Perebutan enam kursi kepala dinas di lingkungan Pemkab Ponorogo memasuki fase krusial. Sebanyak 39 kandidat seleksi terbuka (selter) jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) bakal adu gagasan dalam tes kompetensi bidang pada 2–4 September 2026.

Tahapan tersebut menjadi salah satu penentu untuk menyaring kandidat menjadi tiga besar pada masing-masing jabatan. Artinya, dari 39 peserta, hanya 18 nama yang nantinya disodorkan kepada Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita.

Sekretaris Pansel JPTP Ponorogo Harjono mengatakan, tes kompetensi bidang meliputi presentasi makalah dan wawancara. Setiap peserta dituntut mampu meyakinkan tujuh anggota panitia seleksi (pansel) melalui gagasan sekaligus argumentasi yang disampaikan.

Pansel diketuai Sekda Ponorogo Agus Sugiarto dengan Harjono sebagai sekretaris. Sedangkan lima anggota lainnya berasal dari kalangan profesional yang dilibatkan dalam proses penilaian.

’’Tahapan yang sudah dilewati peserta asesmen kompetensi di BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Jawa Timur,’’ kata Harjono, Selasa (1/9).

Meski hanya 18 kandidat yang akan masuk tiga besar, Harjono menegaskan seleksi tidak menerapkan sistem gugur pada setiap tahapan. Nilai peserta sejak asesmen hingga tes kompetensi bidang akan diakumulasi untuk menentukan peringkat akhir.

’’Tidak ada sistem gugur. Jadi semua nilai mulai dari tes asesmen, tes kompetensi bidang, kami akumulasi,’’ terangnya.

Persaingan 39 kandidat tersebut berbeda pada masing-masing jabatan. Posisi kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menjadi yang paling ketat dengan sepuluh kandidat.

Posisi kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) diikuti delapan kandidat, sedangkan Direktur RSUD dr Harjono diperebutkan tujuh peserta.

Sementara jabatan kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) masing-masing diikuti lima kandidat. Posisi dengan peminat paling sedikit adalah kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) dengan empat kandidat.

Setelah pansel menetapkan tiga besar untuk setiap posisi, keputusan akhir berada di tangan Plt Bupati Ponorogo. Dari tiga kandidat pada masing-masing jabatan tersebut, satu nama akan dipilih untuk menduduki posisi yang dilelang.

’’Setelah itu hak prerogatif Ibu Plt Bupati untuk memilih satu yang diangkat sebagai kepala dinas,’’ ungkap Harjono. (gen/kid)

 – Perebutan enam kursi kepala dinas di lingkungan Pemkab Ponorogo memasuki fase krusial. Sebanyak 39 kandidat seleksi terbuka (selter) jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) bakal adu gagasan dalam tes kompetensi bidang pada 2–4 September 2026.

Tahapan tersebut menjadi salah satu penentu untuk menyaring kandidat menjadi tiga besar pada masing-masing jabatan. Artinya, dari 39 peserta, hanya 18 nama yang nantinya disodorkan kepada Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita.

Sekretaris Pansel JPTP Ponorogo Harjono mengatakan, tes kompetensi bidang meliputi presentasi makalah dan wawancara. Setiap peserta dituntut mampu meyakinkan tujuh anggota panitia seleksi (pansel) melalui gagasan sekaligus argumentasi yang disampaikan.

Pansel diketuai Sekda Ponorogo Agus Sugiarto dengan Harjono sebagai sekretaris. Sedangkan lima anggota lainnya berasal dari kalangan profesional yang dilibatkan dalam proses penilaian.

’’Tahapan yang sudah dilewati peserta asesmen kompetensi di BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Jawa Timur,’’ kata Harjono.

Meski hanya 18 kandidat yang akan masuk tiga besar, Harjono menegaskan seleksi tidak menerapkan sistem gugur pada setiap tahapan. Nilai peserta sejak asesmen hingga tes kompetensi bidang akan diakumulasi untuk menentukan peringkat akhir.

’’Tidak ada sistem gugur. Jadi semua nilai mulai dari tes asesmen, tes kompetensi bidang, kami akumulasi,’’ terangnya.

Persaingan 39 kandidat tersebut berbeda pada masing-masing jabatan. Posisi kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menjadi yang paling ketat dengan sepuluh kandidat.

Posisi kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) diikuti delapan kandidat, sedangkan Direktur RSUD dr Harjono diperebutkan tujuh peserta.

Sementara jabatan kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) masing-masing diikuti lima kandidat. Posisi dengan peminat paling sedikit adalah kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) dengan empat kandidat.

Setelah pansel menetapkan tiga besar untuk setiap posisi, keputusan akhir berada di tangan Plt Bupati Ponorogo. Dari tiga kandidat pada masing-masing jabatan tersebut, satu nama akan dipilih untuk menduduki posisi yang dilelang.

’’Setelah itu hak prerogatif Ibu Plt Bupati untuk memilih satu yang diangkat sebagai kepala dinas,’’ ungkap Harjono. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
seleksi kepala dinas Ponorogo JPTP Ponorogo Pemkab Ponorogo plt bupati ponorogo