Jawa Pos Radar Madiun – Bantuan pangan beras untuk 141.935 keluarga penerima manfaat (KPM) di Ponorogo mulai disalurkan.
Masing-masing penerima memperoleh 30 kilogram beras untuk alokasi Juli–September 2026.
Kepala Perum Bulog Cabang Ponorogo Budiwan Susanto mengatakan, distribusi bantuan dikebut agar seluruh penerima segera mendapatkan haknya. Penyaluran ditargetkan tuntas paling lambat 15 September.
Hingga awal September, realisasi distribusi disebut telah mencapai sekitar 60 persen.
‘’Harapan kami sesuai target, tanggal 15 September seluruhnya bisa terselesaikan,’’ ungkap Budiwan.
Setiap KPM mendapatkan jatah 10 kilogram beras per bulan. Namun, bantuan untuk tiga bulan tersebut disalurkan sekaligus sehingga setiap penerima membawa pulang 30 kilogram beras.
Jika seluruhnya terealisasi, kebutuhan beras untuk 141.935 KPM tersebut mencapai sekitar 4.258 ton.
Skema bantuan pangan kali ini berbeda dibandingkan penyaluran periode sebelumnya. Penerima hanya mendapatkan beras tanpa tambahan minyak goreng.
‘’Sebelumnya periode Februari-Maret, kemarin beras 20 kilogram, minyak goreng 4 liter. Kalau sekarang cuma beras saja,’’ tambahnya.
Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Susanto mengatakan, bantuan tersebut diprioritaskan bagi kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan rendah.
Penerimanya berasal dari kelompok desil 1–4 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Secara nasional, bantuan pangan beras tersebut menyasar sekitar 33,2 juta KPM. Sedangkan di Jawa Timur, jumlah penerima disebut mencapai sekitar 5,6 juta KPM.
Menurut Andriko, bantuan diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran keluarga penerima.
Anggaran rumah tangga yang sebelumnya digunakan membeli beras dapat dialihkan untuk memenuhi kebutuhan lainnya.
‘’Kalau diberi gratis, otomatis pengeluaran rumah tangga yang harusnya buat beli beras bisa digunakan untuk kebutuhan lain,’’ ujar Andriko saat memantau penyaluran bantuan di Kelurahan Jingglong, Ponorogo. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto