Jawa Pos Radar Madiun – Truk tebu bermuatan berlebih mulai menjadi perhatian polisi di Ngawi.
Sejumlah kendaraan dihentikan saat melintas di Jalan Ngawi-Solo, Desa Grudo, Kecamatan Ngawi, Senin (7/9).
Penertiban truk tebu tersebut belum berujung tilang. Petugas untuk sementara mengedepankan edukasi dengan meminta sopir memastikan muatannya aman serta menggunakan terpal.
Langkah itu dilakukan menyusul banyaknya kendaraan pengangkut tebu yang melintas seiring aktivitas angkutan hasil panen.
Beberapa di antaranya kedapatan membawa muatan berlebih dan tidak dilengkapi penutup terpal.
Kasatlantas Polres Ngawi AKP Moh. Imam Reza mengatakan, kondisi tersebut berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Terutama apabila material tebu tercecer ke badan jalan atau sisa dan debunya beterbangan hingga mengganggu pandangan pengendara.
’’Jangan sampai ada muatan yang jatuh atau berserakan di jalan karena dapat membahayakan pengguna jalan lainnya," tegas Imam.
Saat penertiban di Jalan Ngawi-Solo, petugas menghentikan sejumlah sopir.
Mereka kemudian diberikan pemahaman mengenai ketentuan pengangkutan barang dan diminta memastikan muatan tidak berpotensi jatuh selama perjalanan.
Penggunaan terpal juga menjadi perhatian Satlantas Polres Ngawi.
Penutup muatan dinilai dapat meminimalkan material atau sisa tebu beterbangan selama truk melaju di jalan raya.
Untuk sementara, polisi masih mengedepankan sosialisasi dan edukasi kepada pengemudi kendaraan angkutan barang.
Kegiatan serupa bakal dilakukan secara berkala, terutama terhadap kendaraan yang muatannya berpotensi tercecer.
Namun, bukan berarti pelanggaran bakal terus ditoleransi.
Polisi membuka kemungkinan melakukan penindakan sesuai aturan apabila pengemudi tetap nekat mengoperasikan kendaraan dengan muatan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan lain.
"Keselamatan bukan hanya soal sampai tujuan, tetapi juga memastikan tidak membahayakan orang lain," pungkas Imam. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto