Jawa Pos Radar Madiun – Belajar jurnalistik tak cukup hanya memahami teori. Siswa perlu bersentuhan langsung dengan praktik agar mampu mengolah fakta menjadi berita sekaligus memahami tanggung jawab dalam menyampaikan informasi.
Semangat itu yang mendorong MTsN 1 Ponorogo memperkuat ekstrakurikuler jurnalistik dengan menggandeng Jawa Pos Radar Madiun.
Praktisi media dihadirkan langsung ke madrasah untuk membekali siswa keterampilan menulis berita dan artikel.
Pembina ekstrakurikuler jurnalistik MTsN 1 Ponorogo Supaidi mengatakan, kegiatan tersebut menjadi pengembangan kerja sama yang selama ini telah terjalin dengan Jawa Pos Radar Madiun.
Sebelumnya, para siswa beberapa kali berkunjung ke kantor media untuk mengenal proses kerja jurnalistik. Kini, pola pembelajaran dibalik dengan menghadirkan praktisi langsung ke lingkungan madrasah.
’’Harapannya anak-anak lebih bisa belajar yang faktual dari kegiatan jurnalistik,’’ kata Supaidi.
Menurut dia, pembelajaran langsung dari praktisi memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami bagaimana informasi diperoleh, diolah, hingga disajikan menjadi produk jurnalistik.
Ekstrakurikuler jurnalistik sendiri bukan program baru di MTsN 1 Ponorogo. Kegiatan tersebut telah berjalan selama bertahun-tahun dan menjadi salah satu wadah pengembangan kemampuan literasi siswa.
Bahkan, sejak 2016 madrasah tersebut telah memiliki majalah yang mengantongi International Standard Serial Number (ISSN).
Keberadaan media sekolah itu menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan menulis dan menyajikan informasi.
Target pembelajaran pun tidak berhenti pada membuat siswa gemar menulis. Mereka diarahkan agar mampu menghasilkan berita maupun artikel singkat berdasarkan fakta.
’’Harapan terakhirnya anak-anak memang harus bisa menulis berita, menulis artikel singkat,’’ jelas Supaidi.
Kemampuan tersebut dinilai semakin relevan di tengah pesatnya perkembangan media digital dan media sosial.
Sebab, siswa kini tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga dapat dengan mudah membuat dan menyebarkan konten.
Karena itu, penguatan literasi media turut menjadi bagian dari pembelajaran. Siswa dibekali pemahaman mengenai penggunaan bahasa, penyajian informasi, hingga pemilihan gambar dalam konten yang dipublikasikan secara daring.
Melalui penguatan ekstrakurikuler jurnalistik tersebut, MTsN 1 Ponorogo berharap siswa tidak sekadar terampil menulis. Mereka juga diharapkan mampu memilah informasi, memahami pentingnya fakta, serta menyampaikan konten secara bertanggung jawab. (*)
Editor : Mizan Ahsani