Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah pohon peneduh di tepi jalan Ponorogo ditemukan mati dalam kondisi tak wajar.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo menemukan bekas pembakaran hingga indikasi batang sengaja dibor dan diberi cairan.
Temuan itu terungkap saat petugas melakukan pemangkasan pohon rawan tumbang di sejumlah ruas jalan, Selasa (8/9).
Langkah tersebut dilakukan menyusul insiden pohon tumbang yang merenggut nyawa pengendara di Jalan Raya Ponorogo–Trenggalek beberapa waktu lalu.
Pengawas Lapangan Bidang Pengelolaan Sampah dan Pertamanan DLH Ponorogo Heru Santoso mengatakan, sejumlah pohon lapuk yang ditangani petugas bukan mati karena faktor usia.
Di Jalan Mayjen Sutoyo, misalnya, petugas menemukan tiga pohon mati tak wajar.
Hasil pengecekan menemukan indikasi pembakaran pada bagian bawah pohon.
’’Bukan mati karena tua. Indikasinya sudah jelas. Kami survei, terlihat ada bekas pembakaran di bagian bawah,’’ ungkap Heru.
Pohon dengan kondisi serupa juga ditemukan di kawasan terminal.
Sementara di ruas Ponorogo–Pacitan, DLH Ponorogo menemukan empat pohon yang diduga sengaja dirusak dengan cara batang dibor kemudian diberi cairan.
’’Dugaan kami ini memang sengaja dimatikan oleh orang tidak bertanggung jawab,’’ ujarnya.
Kerusakan tersebut membuat kondisi pohon semakin rentan.
Apalagi sejumlah ranting telah lapuk, sementara angin kencang saat musim kemarau meningkatkan kekhawatiran pohon maupun ranting sewaktu-waktu roboh dan membahayakan pengguna jalan.
DLH Ponorogo pun melakukan pemangkasan sebagai langkah antisipasi.
Penanganan pohon rawan tumbang tersebut ditargetkan rampung dalam waktu sepekan.
’’Rantingnya sudah lapuk. Sewaktu-waktu bisa roboh dan membahayakan pengguna jalan. Masyarakat, kalau menemukan pohon yang terindikasi sudah tua atau membahayakan, bisa dilaporkan ke DLH,’’ tandas Heru. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto