Kekeringan di Ponorogo Meluas, 537 Warga Kini Bergantung Dropping Air Bersih

Sugeng Dwi N. • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 18:40 WIB
BANTUAN AIR: BPBD Ponorogo melakukan dropping air bersih ke wilayah terdampak kekeringan. BPBD UNTUK JAWA POS RADAR PONOROGO
BANTUAN AIR: BPBD Ponorogo melakukan dropping air bersih ke wilayah terdampak kekeringan. BPBD UNTUK JAWA POS RADAR PONOROGO

Jawa Pos Radar Madiun – Dampak kekeringan di Ponorogo semakin meluas.

Dua wilayah baru mulai membutuhkan dropping air bersih, membuat jumlah warga terdampak bertambah menjadi 205 kepala keluarga (KK) atau 537 jiwa.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo kini memperluas distribusi air bersih menjadi empat wilayah.

Dua lokasi terbaru berada di Desa Gelangkulon, Kecamatan Sampung, dan Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon.

Kalaksa BPBD Ponorogo Masun mengatakan, tambahan warga terdampak krisis air bersih di dua lokasi baru tersebut mencapai 155 jiwa.

Perinciannya, 35 warga di Dukuh Kroyo, Desa Gelangkulon, Sampung dan 120 warga di Dukuh Sidowayah, Desa Sidoharjo, Jambon.

’’Mulai minggu ini masing-masing kami kirim 5.000 liter air bersih, nanti rutin berlangsung setiap pekan,’’ ungkap Masun, Kamis (10/9).

Selain memperluas cakupan dropping air bersih, BPBD juga menambah pelayanan di dua wilayah yang lebih dulu mengalami kesulitan mendapatkan air.

Di Dukuh Bungur, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, distribusi sebelumnya menyasar 42 KK. Jumlah penerima kini bertambah menjadi 111 KK atau 193 jiwa.

Sementara di Dusun Dungus, Desa Karangpatihan, jumlah warga yang membutuhkan bantuan tercatat 56 KK atau 189 jiwa.

Dengan bertambahnya warga terdampak, kebutuhan distribusi air bersih di empat wilayah tersebut mencapai sekitar 47 ribu liter setiap pekan.

’’Kebutuhan distribusi air mencapai 47 ribu liter setiap pekan. Dropping dilakukan secara bergiliran oleh BPBD, PMI, dan BBWS Solo,’’ terangnya.

Hingga awal September, krisis air bersih akibat kekeringan di Ponorogo telah berdampak terhadap total 205 KK atau 537 jiwa.

Distribusi dilakukan secara terjadwal untuk menjaga kebutuhan air warga selama musim kemarau.

BPBD Ponorogo bersama sejumlah mitra juga terus memantau perkembangan kondisi di lapangan.

Pasokan tambahan disiapkan apabila kebutuhan masyarakat meningkat maupun muncul wilayah terdampak baru.

’’Untuk lokasi baru, PMI juga dijadwalkan menyuplai satu tangki berkapasitas 5.000 liter,’’ pungkas Masun. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
kekeringan di Ponorogo BPBD Ponorogo krisis air bersih dropping air bersih