Jawa Pos Radar Madiun – Kobaran api membakar kawasan Gunung Prongos, Ponorogo, Kamis (10/9).
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tersebut meluas hingga sekitar lima hektare.
Medan berbatu dan curam membuat petugas harus berjibaku melakukan pemadaman secara manual hingga malam.
Karhutla Gunung Prongos terjadi di petak 117F RPH Slahung yang berbatasan dengan Desa Koripan dan Desa Bekare, Kecamatan Bungkal.
Kepala Resort Pemangku Hutan (KRPH) Slahung Sudarto mengatakan, titik api pertama kali diketahui sekitar pukul 10.00. Saat terpantau, api berada di tengah petak kawasan hutan.
Kondisi serasah dan rerumputan yang mengering membuat api cepat berkobar dan merembet. Tanaman jati dan albasia di sekitar lokasi turut terancam.
’’Untuk sementara waktu penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan,’’ ujar Sudarto.
Medan terjal menjadi kendala utama dalam penanganan kebakaran.
Kendaraan pemadam tidak dapat menjangkau titik api sehingga petugas harus mengandalkan peralatan manual.
’’Pemadaman dengan gepyok menggunakan ranting basah dan membuat ilaran,’’ ungkapnya.
Ilaran dibuat sebagai sekat untuk memutus rambatan api agar kebakaran tidak semakin meluas.
Petugas gabungan terus berupaya mengendalikan kobaran hingga malam hari.
Koordinator Tim TRC BPBD Ponorogo Hadi Susanto mengatakan, kondisi gelap ditambah kontur kawasan yang curam membuat proses pemadaman semakin sulit.
Petugas juga memprioritaskan pencegahan agar api tidak merembet dari kawasan hutan menuju lahan warga maupun mendekati permukiman.
’’Kalau ada api yang mendekat ke pemukiman langsung kami padamkan. Batas tanah desa dengan hutan ini curam sekali, apalagi situasinya malam,’’ ujar Hadi.
Hingga proses penanganan berlangsung, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.
Petugas memperkirakan sekitar lima hektare kawasan terdampak karhutla Gunung Prongos tersebut. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto