Jawa Pos Radar Madiun – Ancaman kebakaran di Ponorogo meningkat tajam selama musim kemarau.
Satpol PP dan Damkar Ponorogo mencatat 100 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga 9 September 2026.
Agustus menjadi periode paling rawan dengan 31 kejadian atau rata-rata satu kasus setiap hari.
Lonjakan mulai terlihat sejak memasuki pertengahan tahun. Berdasarkan rekapitulasi kebakaran, Januari dan Februari masing-masing mencatat tiga kejadian.
Jumlahnya naik menjadi lima kejadian pada Maret, kemudian turun menjadi dua kejadian pada April.
Memasuki Mei, kasus melonjak menjadi 11 kejadian. Tren tersebut berlanjut dengan 12 kebakaran pada Juni dan meningkat dua kali lipat menjadi 24 kejadian pada Juli.
Puncaknya terjadi pada Agustus dengan 31 kejadian kebakaran di Ponorogo.
Angka tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang Januari hingga awal September tahun ini.
Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Ponorogo Bambang Supeno mengatakan, tingginya kasus pada Agustus perlu menjadi perhatian masyarakat.
’’Agustus kalau dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya luar biasa tingginya kejadian, ini 31 kejadian,’’ ungkap Bambang.
Memasuki September, ancaman belum mereda. Hingga 9 September saja sudah terjadi sembilan kebakaran.
Artinya, secara rata-rata terdapat satu kejadian setiap hari selama sembilan hari pertama bulan tersebut.
Kondisi lahan dan vegetasi yang mengering selama musim kemarau membuat risiko rambatan api perlu semakin diwaspadai.
Bambang menyebut kelalaian manusia menjadi faktor yang banyak ditemukan dalam kejadian kebakaran.
Salah satunya kebiasaan membakar sampah atau daun kering kemudian meninggalkan api tanpa pengawasan.
’’Rata-rata kebakaran di Ponorogo ini adalah kelalaian. Terutama kebakaran kandang dan bangunan. Rata-rata pembakaran sampah, daun kering, kemudian menyalakan api dan ditinggal,’’ bebernya.
Satpol PP dan Damkar Ponorogo pun mengingatkan masyarakat lebih berhati-hati menggunakan api selama kemarau, terutama ketika melakukan pembakaran di sekitar lahan kering maupun bangunan. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto