Jawa Pos Radar Madiun – Masa menjelang bebas dimanfaatkan narapidana Rutan Kelas IIB Ponorogo untuk menyiapkan bekal kembali ke masyarakat.
Mereka dilatih bertani dan beternak, salah satunya melalui pemeliharaan 900 ayam jantan di kandang baru.
Program pembinaan kemandirian tersebut terutama menyasar warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang masa pidananya mendekati selesai.
Harapannya, keterampilan yang diperoleh selama menjalani masa pidana dapat menjadi modal untuk mencari penghasilan setelah bebas.
Kepala Rutan Kelas IIB Ponorogo M. Agung Nugroho mengatakan, kandang ayam yang digunakan merupakan fasilitas hibah dari salah satu yayasan di Ponorogo.
Fasilitas tersebut kini mulai dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan.
Sebanyak 900 ayam jantan didatangkan untuk mengisi kandang. WBP dilibatkan langsung dalam proses pemeliharaan dan perawatan ternak.
’’Program ini kami rancang untuk melatih kemandirian warga binaan setelah kembali ke masyarakat,’’ ungkap Agung, Minggu (13/9).
Pemilihan ayam jantan juga telah melalui sejumlah pertimbangan. Awalnya, kandang tersebut direncanakan untuk budidaya ayam broiler.
Namun, pemeliharaan ayam broiler membutuhkan pemantauan lebih intensif.
Pola tersebut dinilai kurang sesuai dengan kondisi maupun aturan pembinaan di dalam rutan sehingga jenis ternak akhirnya diganti.
’’Secara aturan kami juga tidak bisa. Akhirnya kami ganti dengan ayam pejantan,’’ ujarnya.
Dalam menjalankan program peternakan tersebut, Rutan Kelas IIB Ponorogo juga menggandeng yayasan untuk memenuhi kebutuhan pakan ayam.
Pembinaan keterampilan napi tidak hanya mengandalkan peternakan ayam. WBP juga diperkenalkan dengan budidaya entok dan ikan lele serta perkebunan sayur.
Beragam keterampilan itu diharapkan memberikan pilihan usaha yang dapat dikembangkan warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana.
Program tersebut sekaligus diarahkan agar mereka lebih siap membangun kemandirian ekonomi ketika kembali ke lingkungan masyarakat.
’’Harapannya, keterampilan yang mereka dapat di sini benar-benar dapat diterapkan setelah bebas nanti,’’ tandas Agung. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto