Jawa Pos Radar Ponorogo – Perbaikan jalan Ponorogo mulai dikebut memasuki triwulan ketiga.
DPRD mengingatkan percepatan pekerjaan menjelang tutup tahun tidak boleh membuat pengerjaan dilakukan asal-asalan maupun mengorbankan mutu.
Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno mengatakan, pola proyek infrastruktur yang menumpuk menjelang akhir tahun hampir selalu menjadi catatan legislatif.
Terlebih, sejumlah pekerjaan membutuhkan waktu cukup panjang dan berpotensi terkendala cuaca.
’’Setiap tahun kami ada catatan, termasuk bagaimana pekerjaan infrastruktur bisa dilaksanakan per triwulan. Sehingga tidak menumpuk di akhir tahun,’’ ungkap Kang Wi, sapaan Dwi Agus, Kamis (17/9).
Menurut dia, waktu pengerjaan tahun ini semakin terbatas. Karena itu, setiap proyek harus diperhitungkan secara terukur sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
DPRD Ponorogo bakal menghitung kemampuan penyelesaian pekerjaan melalui pembahasan panitia khusus (pansus).
Proyek yang secara waktu masih memungkinkan untuk dikebut tetap dapat dilaksanakan, tetapi kualitas pekerjaan harus dipertahankan.
’’Waktunya terbatas, tapi bisa dilaksanakan tanpa mengurangi nilai kualitas,’’ tegasnya.
Sebaliknya, pekerjaan yang diperkirakan tidak mampu diselesaikan tepat waktu diminta tidak dipaksakan.
Penjadwalan ulang pada tahun berikutnya dinilai lebih baik dibanding mengejar tenggat dengan risiko memunculkan persoalan pada hasil pekerjaan.
Kondisi tersebut sekaligus menjadi evaluasi bagi Pemkab Ponorogo agar pekerjaan fisik pada tahun berikutnya dapat direalisasikan lebih awal.
Dengan begitu, proyek tidak kembali menumpuk menjelang berakhirnya tahun anggaran.
’’Harapannya awal 2027 sudah berjalan, selesai, dan bisa digunakan. Tidak di akhir tahun seperti sekarang,’’ pungkasnya. (gen/kid/par)
Editor : Hengky Ristanto