Jawa Pos Radar Madiun - Kondisi Stadion Batoro Katong (SBK) kembali disorot. Fasilitas olahraga yang dinilai tak kunjung berbenah itu bahkan belum memenuhi syarat untuk menggelar kompetisi Liga 3.
Kondisi tersebut dinilai menghambat perkembangan sepak bola di Bumi Reog. Nauval Muhammad Abdul Aziz, perwakilan suporter, menilai arah pembangunan SBK tidak jelas. Menurutnya, pembangunan stadion butuhkan roadmap yang jelas. Mencontoh stadion di Kediri, pembangunan dilakukan bertahap.
‘’Kami sudah terlena dengan pembangunan-pembangunan yang hanya menimbulkan mangkrak. Artinya, menganggarkan per tahun Rp 700 juta dan lain-lain tidak ada tujuan yang jelas, itu percuma,’’ tegas Nauval usai rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD Ponorogo dan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora), Kamis (17/9).
Gayung bersambut, DPRD Ponorogo merespons positif desakan tersebut.
Baca Juga: DPRD Ponorogo Dorong Pemkab Atur Ulang Pos Anggaran tanpa Korbankan Program Prioritas
Wakil Ketua DPRD Ponorogo Pamuji mengatakan, dalam perubahan APBD (PAK) 2026, pihaknya mendorong Disbudparpora menyusun perencanaan awal kawasan SBK.
‘’Untuk kawasan stadion dan sekitarnya akan dibuat seperti apa, akan dibangun seperti apa, sesuai dengan perencanaan yang akan datang,’’ ungkap Pamuji.
Dari pembahasan Badan Anggaran (Banggar) DPRD, anggaran Rp 2,3 miliar dialokasikan untuk pembangunan stadion dan kawasan sekitarnya akhir tahun ini. Legislatif mendorong aktifnya kembali PSSI Askab Ponorogo.
Menurutnya, organisasi sepak bola menjadi bagian penting menghidupkan kompetisi sekaligus menarik minat suporter dan sponsor. ‘’Karena beberapa tahun ini saya lihat kegiatan PSSI Askab Ponorogo vakum, kepengurusannya juga nggak jelas sehingga kegiatannya tidak berjalan,’’ tandasnya. (gen/kid/par)
Editor : Mizan Ahsani