Belum Layak Gelar Liga 3, Stadion Batoro Katong Ponorogo Bakal Dibangun Bertahap

Sugeng Dwi N. • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 17:35 WIB
BAHAS STADION: DPRD Ponorogo menggelar RDP bersama perwakilan suporter dan Disbudparpora membahas pengembangan Stadion Batoro Katong, kemarin (17/9). SUGENG DWI N./JAWA POS RADAR PONOROGO
BAHAS STADION: DPRD Ponorogo menggelar RDP bersama perwakilan suporter dan Disbudparpora membahas pengembangan Stadion Batoro Katong, kemarin (17/9). SUGENG DWI N./JAWA POS RADAR PONOROGO

Jawa Pos Radar Madiun – Masa depan Stadion Batoro Katong (SBK) kembali menjadi sorotan.

Stadion kebanggaan masyarakat Ponorogo itu dinilai tak kunjung berbenah. Bahkan, fasilitasnya disebut belum memenuhi persyaratan untuk menggelar kompetisi Liga 3.

Kondisi tersebut memantik desakan suporter agar pembangunan stadion memiliki arah dan perencanaan yang jelas.

Perwakilan suporter Nauval Muhammad Abdul Aziz menilai pembangunan Stadion Batoro Katong selama ini belum memiliki roadmap atau peta jalan yang terarah.

Akibatnya, pengembangan fasilitas olahraga tersebut dinilai berjalan tanpa target yang jelas.

Menurut Nauval, pembangunan stadion semestinya dilakukan secara bertahap dengan mengacu pada perencanaan jangka panjang.

Dia mencontohkan pengembangan stadion di Kediri yang dilakukan secara berkelanjutan.

‘’Kami sudah terlena dengan pembangunan-pembangunan yang hanya menimbulkan mangkrak. Artinya, menganggarkan per tahun Rp 700 juta dan lain-lain tidak ada tujuan yang jelas, itu percuma,’’ tegas Nauval, Minggu (20/9).

Desakan tersebut mendapat respons dari DPRD Ponorogo.

Wakil Ketua DPRD Ponorogo Pamuji mengatakan, pihaknya mendorong Disbudparpora menyusun perencanaan awal pengembangan kawasan Stadion Batoro Katong melalui perubahan APBD (PAK) 2026.

Perencanaan tersebut diharapkan menjadi acuan pembangunan stadion beserta kawasan sekitarnya.

Dengan begitu, pengembangan fasilitas olahraga itu memiliki arah yang jelas dan dapat dilaksanakan secara bertahap.

‘’Untuk kawasan stadion dan sekitarnya akan dibuat seperti apa, akan dibangun seperti apa, sesuai dengan perencanaan yang akan datang,’’ ungkap Pamuji.

Berdasarkan pembahasan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Ponorogo, anggaran Rp 2,3 miliar dialokasikan untuk pembangunan stadion dan kawasan sekitarnya pada akhir tahun ini.

Selain pembenahan infrastruktur, legislatif mendorong pengaktifan kembali PSSI Askab Ponorogo.

Keberadaan organisasi sepak bola tersebut dinilai penting untuk menghidupkan kompetisi sekaligus menarik minat suporter dan sponsor.

Pamuji menilai aktivitas PSSI Askab Ponorogo dalam beberapa tahun terakhir belum berjalan optimal. Kondisi kepengurusan organisasi tersebut juga menjadi perhatian legislatif.

‘’Karena beberapa tahun ini saya lihat kegiatan PSSI Askab Ponorogo vakum, kepengurusannya juga nggak jelas sehingga kegiatannya tidak berjalan,’’ tandasnya. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
roadmap liga 3 DPRD Ponorogo suporter Stadion Batoro Katong