Jawa Pos Radar Madiun – Sistem proteksi kebakaran di SMKN 2 Ponorogo masih perlu pembenahan. Hasil inspeksi mendadak (sidak) Satpol PP dan Damkar Ponorogo pada Jumat (18/9) lalu menemukan sejumlah alat pemadam api ringan (APAR) kedaluwarsa.
Jumlah alat pemadam yang tersedia juga dinilai belum sebanding dengan banyaknya gedung dan ruang praktik di sekolah tersebut.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Ponorogo Bambang Supeno mengatakan, SMKN 2 Ponorogo memiliki 13 APAR. Namun, tidak seluruhnya dalam kondisi siap digunakan.
Sebagian alat pemadam perlu diganti karena telah kedaluwarsa. Sementara itu, sejumlah APAR lainnya membutuhkan pengisian ulang.
‘’Ada APAR yang expired, tapi masih banyak yang kondisi baik,’’ kata Bambang, Senin (21/9).
Menurut dia, jumlah APAR di SMKN 2 Ponorogo masih perlu ditambah. Idealnya, setiap gedung memiliki alat pemadam yang ditempatkan di lokasi strategis dan mudah dijangkau ketika terjadi kebakaran.
Selain penambahan jumlah, perawatan APAR juga harus dilakukan secara rutin. Hal tersebut diperlukan untuk memastikan alat pemadam tetap berfungsi optimal ketika dibutuhkan.
Bambang mengingatkan, isi APAR dapat menggumpal apabila terlalu lama tidak digunakan atau ditempatkan di area lembap. Karena itu, pemeriksaan berkala diperlukan untuk memastikan kondisi alat tetap layak pakai.
Tak hanya APAR, Damkar Ponorogo juga merekomendasikan penambahan sejumlah sarana proteksi kebakaran. Di antaranya, alarm kebakaran dan sprinkler atau sistem penyemprot air otomatis, terutama di area dapur yang memiliki risiko kebakaran lebih tinggi.
Sekolah juga diminta menyiapkan fasilitas pendukung lainnya. Mulai ground tank atau tangki penampungan air, hydrant, hingga sistem evakuasi dan titik kumpul ketika terjadi keadaan darurat.
‘’Persiapan sekolah sudah bagus, namun juga perlu menyiapkan ground tank, hydrant, serta sistem evakuasi dan titik kumpul,’’ terangnya.
Sementara itu, Kepala SMKN 2 Ponorogo Suryanto mengakui masih terdapat keterbatasan sarana proteksi kebakaran di sekolahnya.
Pihak sekolah bakal menindaklanjuti rekomendasi Damkar Ponorogo secara bertahap. Penambahan APAR diprioritaskan pada ruang yang memiliki risiko kebakaran tinggi.
Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah ruang praktik Tata Boga. Sebab, aktivitas pembelajaran di ruangan tersebut menggunakan banyak kompor gas.
Selain melengkapi alat pemadam, sekolah juga akan menindaklanjuti rekomendasi terkait pengamanan dan jalur evakuasi. Termasuk memastikan akses keluar dapat digunakan ketika terjadi kondisi darurat.
‘’Tata Boga yang paling prioritas. Di sana ada banyak kompor gas,’’ ungkap Suryanto. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto