Jawa Pos Radar Madiun – Penanganan kekeringan di Ponorogo terkendala keterbatasan armada. Di tengah meningkatnya kebutuhan distribusi air bersih, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo terpaksa mengoperasikan truk tangki yang kondisinya sudah tidak layak.
Armada berkapasitas 5.000 liter tersebut telah termakan usia. Bahkan, bagian tangkinya keropos dan berlubang.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo Masun mengatakan, pihaknya saat ini hanya memiliki tiga truk tangki untuk mendukung penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan.
Dari jumlah tersebut, satu armada membutuhkan penggantian karena kondisinya sudah tidak layak digunakan. Namun, keterbatasan jumlah kendaraan membuat BPBD masih harus mengoperasikannya untuk mendukung distribusi air bersih.
Karena itu, BPBD Ponorogo mengusulkan pengadaan truk tangki baru melalui perubahan APBD 2026.
‘’Kami masukkan dalam usulan PAK, minta bantuan kalau ada satu tangki,’’ kata Masun, Senin (21/9).
Menurut dia, armada pengganti setidaknya harus memiliki kapasitas 5.000 liter. Kapasitas tersebut sama dengan truk tangki lama yang kondisinya sudah tidak layak.
Namun, apabila memungkinkan, BPBD menginginkan armada berkapasitas 6.000 liter agar distribusi bantuan air bersih kepada masyarakat dapat dilakukan lebih optimal.
‘’Minimal 5.000 karena mengganti yang tidak sehat. 6.000 ini masih lebih baik daripada yang 5.000,’’ ujarnya.
Masun menyebut, kebutuhan pengadaan armada tersebut telah masuk dalam usulan anggaran sebesar Rp 1,8 miliar kepada Badan Anggaran (Banggar) DPRD Ponorogo melalui perubahan APBD 2026.
Usulan tersebut diajukan di tengah meluasnya wilayah terdampak kekeringan yang membutuhkan bantuan air bersih.
Hingga 16 September, BPBD Ponorogo mencatat lima desa telah masuk dalam penanganan dampak kekeringan. Sementara itu, satu desa lainnya masih dalam tahap pemetaan kebutuhan air bersih.
Bertambahnya wilayah terdampak membuat kebutuhan distribusi air bersih semakin meningkat. Kondisi tersebut menuntut kesiapan armada agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air.
Masun mencontohkan, sehari sebelumnya BPBD bersama Palang Merah Indonesia (PMI) menyalurkan 11 ribu liter air bersih kepada warga Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung.
Distribusi bantuan tersebut dilakukan menggunakan dua armada truk tangki.
Di tengah keterbatasan kendaraan operasional, BPBD Ponorogo masih mengandalkan dukungan sejumlah pihak untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
‘’Sementara BPBD dibantu relawan untuk menyalurkan bantuan air bersih,’’ ungkapnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto