Jawa Pos Radar Ponorogo – Aksi pencurian menyasar sebuah kios sembako di Dukuh Ngiput, Desa Purwosari, Kecamatan Babadan, Ponorogo.
Pelaku membobol pintu menggunakan besi tipis sebelum masuk dan membawa kabur uang ratusan ribu rupiah. Aksinya terekam kamera pengawas atau CCTV.
Pemilik kios, Joko Nugroho, baru mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat telepon dari pemilik kios di sebelahnya.
Saat tiba di lokasi, dia mendapati pintu depan kios sudah terbuka sekitar 30 sentimeter. Sementara itu, pintu belakang dalam kondisi terbuka lebar.
''Pagi hari saya sudah ditelepon dari kios sebelah, bahwa ada pembobolan kios di ruko saya,'' kata Joko, Selasa (22/9).
Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku awalnya berusaha merusak kunci pintu kios. Namun, upaya tersebut tidak berhasil.
Pelaku kemudian mencari besi tipis untuk mencongkel pintu hingga terbentuk celah yang cukup lebar untuk dimasuki.
Meski bagian depan kios masih dilengkapi teralis, pelaku berhasil menerobos melalui celah pintu selebar sekitar 30 sentimeter tersebut.
Setelah masuk dan mengambil barang, pelaku meninggalkan lokasi melalui pintu belakang kios.
''Besi tipis untuk mencongkel pintu sebelahnya yang agak lebar,'' terang Joko.
Joko memperkirakan pelaku masih berusia pelajar. Berdasarkan rekaman CCTV, orang yang membobol kios tersebut terlihat berambut pirang dan mengenakan pakaian hitam.
Akibat pencurian kios di Purwosari Ponorogo itu, Joko memperkirakan kerugian uang tunai mencapai Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu.
Meski nilai kerugian tidak terlalu besar, dia mengaku lebih mengkhawatirkan persoalan keamanan lingkungan. Terlebih, aksi pembobolan tersebut menyasar tempat usahanya.
‘’Kalau kerugian memang segitu ya, tapi, ini soal keamanan dan kriminalitas,’’ ujarnya. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto