Jawa Pos Radar Madiun – Sebanyak 45 pejabat eselon III di lingkungan Pemkab Ponorogo menjalani Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) 2026.
Mereka digembleng selama lebih dari tiga bulan, mulai 7 September hingga 23 Desember.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN), terutama dalam meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan mendorong perubahan di lingkungan kerja.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ponorogo Harjono mengatakan, seluruh peserta merupakan pejabat yang saat ini menduduki jabatan administrator.
Mereka terdiri atas kepala bidang, sekretaris, kepala bagian, serta pejabat administrator lainnya yang setara eselon III.
Menurut Harjono, jumlah peserta tahun ini telah memenuhi kuota maksimal dalam satu kali penyelenggaraan PKA.
"Tahun ini yang mengikuti ada 45 peserta. Dan ini jumlah yang paling maksimal, sesuai aturan memang maksimal diikuti oleh 45 orang," kata Harjono, Selasa (22/9).
Harjono menjelaskan, pelaksanaan PKA 2026 menggunakan metode pembelajaran daring dan klasikal.
Pada tahap awal, peserta mengikuti pembelajaran selama September hingga Oktober. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom serta pembelajaran klasikal di Kecamatan Ngebel.
Setelah menyelesaikan tahapan tersebut, peserta memasuki fase penyusunan aksi perubahan yang berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab di lingkungan kerja masing-masing.
Selama November, peserta mendapat waktu untuk menyusun makalah mengenai aksi perubahan yang akan mereka jalankan.
Hasil penyusunan makalah tersebut kemudian dipresentasikan dalam seminar yang dijadwalkan berlangsung pada Desember.
"Kemudian bulan November kita off. Mereka teman-teman yang mengikuti PKA atau PIM III itu, untuk mengerjakan membuat makalah tentang aksi perubahan mereka nanti yang akan diseminarkan, akan dipaparkan di bulan Desember," ungkapnya.
Melalui tahapan tersebut, peserta diharapkan mampu menerapkan hasil pembelajaran kepemimpinan dalam pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.
Harjono menambahkan, belum seluruh pejabat administrator di lingkungan Pemkab Ponorogo mengikuti pelatihan kepemimpinan tersebut.
Saat ini, masih terdapat sekitar dua hingga tiga pejabat eselon III yang belum menjalani PKA.
Mereka direncanakan mendapat kesempatan mengikuti pelatihan secara bertahap pada tahun berikutnya.
Sementara itu, pelaksanaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II atau PIM II bagi pejabat eselon II baru direncanakan pada 2027.
Menurut Harjono, pengembangan kompetensi pejabat menjadi bagian penting dalam penerapan manajemen talenta ASN di lingkungan Pemkab Ponorogo.
Karena itu, pejabat administrator diharapkan dapat mengikuti pelatihan kepemimpinan sesuai kebutuhan pengembangan kompetensi dan jenjang jabatannya.
"Ke depannya, di dalam manajemen talenta, semua harus ikut, khususnya yang di eselon III-nya," tegas Harjono. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto