Punya 32.925 Buku, Perpustakaan Daerah Ponorogo Hanya Dikunjungi 30 Orang Sehari

Sugeng Dwi N. • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 19:50 WIB
LITERASI: Ribuan buku koleksi Disperpusip Ponorogo tersedia bagi pengunjung. Rata-rata kunjungan perpustakaan tersebut masih berkisar 30 orang per hari. SUGENG DWI N./JAWA POS RADAR PONOROGO
LITERASI: Ribuan buku koleksi Disperpusip Ponorogo tersedia bagi pengunjung. Rata-rata kunjungan perpustakaan tersebut masih berkisar 30 orang per hari. SUGENG DWI N./JAWA POS RADAR PONOROGO

Jawa Pos Radar Ponorogo – Puluhan ribu buku di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Ponorogo belum mampu menarik banyak pengunjung. Dari total 32.925 koleksi buku fisik yang tersedia, rata-rata hanya sekitar 30 orang datang setiap hari.

Kondisi tersebut menjadi tantangan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Ponorogo dalam meningkatkan minat baca masyarakat.

Rendahnya angka kunjungan terlihat dari catatan Disperpusip Ponorogo yang menunjukkan jumlah pengunjung dalam sebulan hanya berkisar 480 kunjungan.

Padahal, perpustakaan tersebut menyediakan beragam koleksi bacaan. Mulai buku sejarah, pelajaran, kesehatan, pertanian, novel, hingga resep masakan.

Kabid Layanan dan Informasi Disperpusip Ponorogo Sari Windrawati mengatakan, pihaknya terus mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas perpustakaan. Terutama kalangan pelajar yang diharapkan membiasakan diri membaca buku di tengah tingginya penggunaan gawai.

"Kami tidak bosan-bosannya mengajak masyarakat dan guru, agar anak-anaknya itu gemar membaca dulu, daripada gadget," kata Sari.

Upaya meningkatkan kunjungan tidak hanya dilakukan dengan menyediakan koleksi buku. Disperpusip Ponorogo juga menggencarkan promosi literasi melalui kerja sama dengan sekolah hingga perguruan tinggi.

Selain ruang baca, perpustakaan menyediakan fasilitas komputer yang dapat dimanfaatkan pengunjung. Sarana tersebut antara lain digunakan mahasiswa untuk mengerjakan makalah maupun menyusun skripsi.

Keberadaan fasilitas penunjang itu diharapkan dapat menarik masyarakat untuk datang ke perpustakaan. Tidak hanya mencari referensi bacaan, tetapi juga memanfaatkan sarana belajar yang tersedia.

"Promosi literasi terus dilakukan dengan menggandeng sekolah hingga perguruan tinggi," ujar Sari. (gen/kid)

Editor : Hengky Ristanto
Disperpusip Ponorogo Perpustakaan Daerah Ponorogo promosi literasi minat baca koleksi buku