Jawa Pos Radar Ponorogo – Kebakaran melanda bangunan rumah dinas Puskesmas Ponorogo Selatan (Ponsel) di Jalan Pacar, Kelurahan Tonatan, Kamis (24/9) dini hari.
Api menghanguskan tumpukan arsip, buku, dan satu unit sepeda motor yang berada di bangunan tersebut.
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan lebih dari dua jam untuk menjinakkan kobaran api yang diduga dipicu korsleting listrik.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui warga sekitar pukul 02.30. Agus, salah seorang warga setempat, mengaku sempat mendengar suara dari arah bangunan.
Saat diperiksa, api sudah berkobar dari bagian belakang bangunan sisi selatan.
Mengetahui kejadian tersebut, Agus bersama dua warga lainnya berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya sembari menunggu kedatangan petugas.
‘’Lihat ternyata api sudah nyala, seadanya cari alat ambil air sambil nunggu damkar,’’ ungkap Agus.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Ponorogo Bambang Supeno mengatakan, laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 02.58.
Dua armada pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.
Namun, proses pemadaman tidak berjalan mudah. Banyaknya material mudah terbakar berupa tumpukan arsip dan buku membuat petugas harus memastikan seluruh bagian bangunan benar-benar aman dari sisa api.
‘’Material yang terbakar berupa tumpukan arsip, buku yang jumlahnya cukup banyak. Sehingga kami harus memastikan api benar-benar padam,’’ ujarnya.
Selain banyaknya material yang terbakar, petugas menghadapi kendala berupa kabel listrik berarus yang tergeletak di tanah.
Kondisi tersebut berpotensi membahayakan petugas selama proses pemadaman. Karena itu, damkar berkoordinasi dengan PLN untuk memutus aliran listrik sebelum penanganan dilanjutkan.
Upaya pemadaman turut melibatkan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP, Linmas, serta relawan TRAP.
Bambang menyebut, sedikitnya empat tangki air dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api yang melahap bangunan tersebut.
‘’Sedikitnya pemadaman membutuhkan empat tangki atau sekitar 22 ribu liter air,’’ terangnya.
Setelah penanganan berlangsung lebih dari dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.16.
Berdasarkan pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Namun, penyebab pasti kejadian tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kebakaran menghanguskan tumpukan arsip, buku, serta satu unit sepeda motor. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut lantaran bangunan yang terbakar sedang tidak berpenghuni.
Sementara itu, nilai kerugian material akibat kebakaran masih dalam proses pendataan pihak Puskesmas Ponorogo Selatan.
‘’Nilai kerugian material dalam pendataan Puskesmas Ponorogo Selatan,’’ ungkapnya. (err/kid)
Editor : Hengky Ristanto